Berita

Wakil Ketua Komisi IV DPR Alex Indra Lukman (Foto: RMOL/Ahmad Kiflan Wakik)

Politik

Komisi IV DPR Sentil Bulog yang Kembali Ulangi Kesalahan

RABU, 08 OKTOBER 2025 | 08:23 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Penugasan khusus kepada Perum Bulog untuk membeli gabah tanpa mempertimbangkan kualitas dinilai berpotensi menimbulkan risiko serius terhadap mutu beras hasil olahan.

“Bahan bakunya bermasalah, kemudian disimpan dalam jumlah jauh melebihi kapasitas gudang yang dimiliki. Kekacauannya makin sempurna, seiring tatakelolanya yang tak kunjung dibenahi,” ujar Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, kepada wartawan, Rabu 8 Oktober 2025.

Alex menyoroti data Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang menyebut sebanyak 29.990 ton beras Bulog mengalami penurunan mutu, sementara 1,45 juta ton beras lainnya telah berusia simpan lebih dari enam bulan. 


Data ini merupakan hasil tindak lanjut dari inspeksi mendadak Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto pada 23 September 2025 di gudang Bulog Ternate, Maluku Utara, yang menemukan sekitar 1.200 ton beras turun mutu.

Politikus PDIP itu mengingatkan agar penugasan Bulog untuk menyerap gabah kering panen (GKP) dengan harga Rp6.500 per kilogram pada Semester II/2025 tidak mengulang kesalahan yang sama seperti pada Semester I/2025.

Untuk semester I, kata Alex, penugasan ke Bulog hanya sebesar 10 persen dari total hasil panen petani. Namun praktiknya, beras dicadangkan hingga menembus angka 4,2 juta ton—stok tertinggi yang pernah ada.

“Secara statistik, ini merupakan prestasi. Tapi, kita juga dihadapkan dengan tantangan, terjadinya praktek penurunan mutu beras di gudang-gudang Bulog,” tegasnya. 

Dikatakan Alex, Bulog memang tidak dimaksudkan mencari keuntungan. Tapi bukan berarti setiap rupiah yang dibelanjakan untuk mandat penugasan boleh mengabaikan manfaat bagi kesejahteraan rakyat.

Ia menambahkan, beras yang sudah turun mutu dan disimpan terlalu lama akan terus mengalami penurunan kualitas jika tata kelola penyimpanan tidak segera dibenahi.

“Beras yang turun mutu, jika tak ditangani dengan baik, tentunya akan jadi beras rusak. Yang telah berusia 6 bulan di gudang, tentunya akan jadi kelompok turun mutu. Dia akan terus mengulang, jika tatakelola tak kunjung dibenahi,” tandasnya.

Bapanas melalui surat nomor 257/TS.03.03/K/9/2025 tanggal 18 September 2025 kembali menugaskan Bulog untuk melaksanakan pengadaan gabah dan beras pada Semester II/2025. 

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi melimpahnya produksi saat panen gadu (musim kemarau) yang diperkirakan berlangsung September hingga Desember.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya