Berita

Presiden Prabowo Subianti di Smelter PT. Tinindo Internusa, Kecamatan Bukitintan, Kota Pangkal Pinang, Senin, 6 Oktober 2025 (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo Ungkap Temuan 4.000 Ton Monasit dari Enam Smelter Rampasan Babel

SENIN, 06 OKTOBER 2025 | 14:28 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto mengungkap penemuan sekitar 4.000 ton monasit, salah satu jenis tanah jarang bernilai tinggi, di enam smelter hasil sitaan kasus tambang ilegal di kawasan PT Timah Tbk, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). 

Temuan tersebut disampaikan Prabowo usai meninjau penyerahan aset rampasan negara di Smelter PT Tinindo Internus, Kecamatan Bukitintan, Kota Pangkal Pinang, Senin, 6 Oktober 2025. 

Pada kesempatan itu, Prabowo menyaksikan penyerahan enam unit smelter beserta sejumlah barang rampasan negara dari perusahaan-perusahaan tambang yang terbukti melanggar hukum.


Prabowo menyebut nilai barang sitaan dari enam smelter tersebut mencapai kisaran Rp6-7 triliun, sementara potensi nilai tanah jarang yang belum diurai yakni Monasit jauh lebih besar.

“Nilainya dari enam smelter dan barang-barang yang disita mendekati 6-7 triliun. Tapi tanah jarang yang belum diurai mungkin nilainya lebih besar. Sangat besar. Tanah jarang ada monasit ya,” kata Prabowo. 

Ia menambahkan, monasit merupakan mineral strategis yang harga per tonnya bisa mencapai 200.000 dolar AS, dengan total temuan di lokasi mencapai sekitar 4.000 ton.

Setelah diperhitungkan, Prabowo menyebut potensi kerugian negara yang ditimbulkan oleh kegiatan tambang ilegal totalnya bisa mencapai Rp300 triliun.

“Kita bisa bayangkan kerugian negara dari 6 perusahaan ini saja, kerugian negara total potensi bisa mencapai Rp300 triliun," kata Prabowo.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya