Berita

Kunjungan mantan presiden Joko Widodo, ke kediaman Presiden Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara No. 4, Jakarta Selatan (Foto: Biro Setpres)

Politik

Prabowo Terima Kunjungan Jokowi hanya untuk Jaga Stabilitas Politik?

SENIN, 06 OKTOBER 2025 | 10:07 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Sikap Presiden Prabowo Subianto terhadap langkah mantan presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menemuinya di Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Pusat, Sabtu, 4 Oktober 2025, dinilai sebagai langkah bijaksana.

Pengamat politik Citra Institute, Efriza, menilai Prabowo memperlihatkan satu sikap serius menjaga stabilitas politik. 

"Pasca pertemuan Jokowi dengan Prabowo, kemudian terjadi pertemuan Prabowo dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsuddin dan para tokoh-tokoh lainnya," ujar Efriza kepada RMOL, Senin, 6 Oktober 2025.


Menurutnya, kondisi politik saat ini akan terpengaruh dengan sentimen publik terhadap sukses transisi pemerintahannya dari Jokowi, sehingga pasca bertemu ayah dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu dilakukan pertemuan dengan sejumlah menteri.

"Ini menunjukkan ada hal penting juga terkait kondisi negara, yang bisa berdampak akibat hubungan buruk Jokowi dengan kelompok-kelompok masyarakat semasa ia menjabat sebagai presiden," tuturnya.

Lebih dari itu, magister ilmu politik Universitas Nasional (UNAS) itu memperkirakan, Presiden Prabowo mempertimbangkan keinginan publik agar Jokowi diadili.

Ini juga memungkinkan Prabowo sedang "menenangkan kondisi publik, yang mulai menyembul ke permukaan, sebagai suatu sikap yang menunjukkan kekecewaan atas kondisi negara pasca pengelolaan kekuasaan yang tidak sepenuhnya baik dilakukan oleh Jokowi ketika menjabat sebagai presiden," demikian Efriza menambahkan.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

UPDATE

Fasilitas Server Diserang, AS-Israel Makin Kewalahan Hadapi Iran

Senin, 16 Maret 2026 | 01:30

Kecelakaan Beruntun di Tol Semarang-Batang Nihil Korban Jiwa

Senin, 16 Maret 2026 | 01:09

Port Visit di Cape Town

Senin, 16 Maret 2026 | 00:50

Program MBG Bisa Lebih Kuat jika Didesain secara Otonom

Senin, 16 Maret 2026 | 00:30

Persib dan Borneo FC Puas Berbagi Poin

Senin, 16 Maret 2026 | 00:01

Liberalisasi Informasi dan Kebutuhan Koordinasi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:42

Polri Buka Posko Pengaduan Khusus Kasus Andrie Yunus

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:17

Ketika Jiwa Bangsa Menjawab Arogansi Teknologi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:14

Teror Air Keras dalam Dialektika Habermasian

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:45

Yuddy Chrisnandi: Visi Menteri dan Presiden Harus Selaras

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya