Berita

Bonatua Silalahi. (Foto: Instagram Inews)

Politik

Bonatua Peroleh Salinan Ijazah Jokowi dari KPU: Ini Kemenangan Rakyat!

SABTU, 04 OKTOBER 2025 | 05:25 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Diperolehnya salinan ijazah mantan Presiden Joko Widodo dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) oleh pengamat kebijakan publik Bonatua Silalahi bersama pakar telematika Roy Suryo dan kawan-kawan merupakan kemenangan rakyat Indonesia.

Hal itu disampaikan Bonatua dalam video yang diunggah akun Facebook Naura Antik dikutip Sabtu, 4 Oktober 2025.

Awalnya, ia menjelaskan telah mendapat undangan dari Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) KPU untuk menjawab somasi yang dilayangkannya pada 25 Agustus 2025 usai keluarnya Peraturan Nomor 731 Tahun 2025 tentang Penetapan Dokumen Persyaratan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden.   


“Karena memang sudah masa waktu untuk menjawab itu kan ada dalam Undang-Undang KIP setelah 30 hari dan sudah habis memang masanya dengan hari ini, makanya mereka jawab semalam kasih e-mail terus saya datang hari ini untuk memenuhi panggilan mereka,” kata Bonatua.

Selaku pemohon tunggal, ia diundang sendirian oleh KPU. Namun Bonatua berinisiatif untuk mengajak Roy Suryo dan kawan-kawan ke KPU

“Karena saya pikir, saya tidak sendiri. Saya didukung oleh tim-tim termasuk Mas Roy Suryo (jadi) saya pikir saya harus mengajak mereka. Gimana pun ini kemenangan kita bersama, kemenangan rakyat seperti itu,” tegasnya.

Alhasil, salinan ijazah yang diperoleh dari KPU sama persis dengan yang pernah ditunjukkan oleh Roy Suryo.

“Dengan keluarnya ini terbukti bahwa Pak Roy Suryo dan teman-teman yang lain tidak boleh dijerat, karena kenapa? Ini barangnya sama persis. Jadi mereka tidak ada melakukan fitnah ya, pencemaran nama baik, mereka selalu bilang menganalisis dari yang begini,” pungkasnya. 

Dengan demikian, drama kebohongan ijazah Jokowi saat mencalonkan diri sebagai Wali Kota Solo hingga Presiden RI makin terbongkar sedikit demi sedikit.


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya