Berita

Pangeran Mangkubumi. (Foto: Dok. Pribadi)

Politik

MBG Bukan Sekadar Program, tapi Wujud Cita-cita Konstitusi

JUMAT, 03 OKTOBER 2025 | 22:49 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Makan bergizi gratis (MBG) bukan sekadar program, melainkan perwujudan dari cita-cita konstitusi dan semangat keadilan sosial. Bahkan, MBG merupakan politik keberpihakan paling nyata kepada masa depan bangsa.

Begitu dikatakan Sekretaris Jenderal GibranKu, Pangeran Mangkubumi yang belakangan menuai perdebatan dalam konteks teknis hingga keberlanjutannya.

"Kita sering bicara soal infrastruktur fisik seperti jalan tol, pelabuhan, bandara. Itu penting. Tapi, apakah ada infrastruktur yang lebih krusial dari membangun SDM Indonesia?" kata Pangeran kepada wartawan di Jakarta, Jumat 3 Oktober 2025.


"Program Makan Bergizi Gratis adalah upaya membangun jalan tol di dalam tubuh setiap anak, memastikan nutrisi vital bergerak lancar menuju otak mereka," tegas Pangeran.

Dalam perspektif lain, Pangeran menyebut  MBG sebagai ikhtiar pemerintah dalam membasuh luka struktural yang selama ini diderita anak-anak bangsa di pelosok negeri mulai dari kelaparan tersembunyi, malnutrisi kronis, dan persoalan gizi buruk yang masih menjadi PR bangsa kita saat ini.

“MBG adalah manifestasi dari sila ke-5, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sudah saatnya kata keadilan terasa dalam setiap suapan nasi yang bersih, dalam gizi yang cukup,” tuturnya.

Meski menyatakan dukungan penuh, Pangeran tak lantas menutup mata terhadap potensi kerikil di jalan. Ia mengingatkan bahwa tantangan terbesar program ini adalah pada akurasi data, distribusi yang merata, pengawasan mutu gizi hingga keamanan dan kehigienisan makanan yang disajikan.

Bahkan Pangeran menyebut, program MBG ini menuntut keberanian negara untuk melakukan evaluasi berkelanjutan.

“Makanan adalah berkah, tapi bila tidak dikelola dengan tepat, bisa menjadi bencana senyap,” pungkasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya