Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo Serukan Profesor dan Pakar Selamatkan Kekayaan Negara

SELASA, 30 SEPTEMBER 2025 | 12:50 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto menyerukan kepada para profesor, akademisi, dan pakar untuk menggunakan ilmu serta kepintaran mereka demi menyelamatkan kekayaan negara. 

Pesan itu ia sampaikan saat menghadiri akad massal 26.000 rumah bersubsidi dan prosesi serah terima kunci di Pesona Kahuripan, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Selasa, 26 September 2025.

“Saudara-saudara sekalian, dengan kita selamatkan kekayaan kita secara sistemik. Jadi saya minta profesor-profesor yang pintar-pintar gunakan kepintaranmu untuk kepentingan bangsa, rakyat Indonesia," tegas Prabowo. 


Ia meminta para akademisi untuk mendalami dan menganalisis data, karena menurutnya sudah terlalu lama kekayaan Indonesia lebih banyak mengalir ke luar negeri ketimbang bertahan di dalam negeri.

"Pelajari, yakini, analisa. Masa 25 tahun tidak bisa kita analisa, lebih banyak uang keluar daripada tinggal di Indonesia. Ini segera harus kita rubah saudara-saudara sekalian,” tegasnya.

Ia lebih lanjut menyebutkan jajaran pejabat di Kabinet Merah Putih yang berpendidikan S3 hingga memiliki gelar profesor. 

Mereka adalah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit.

“Saya lihat di sini banyak profesor ini. Banyak S3, iya kan Pak Purbaya S3? Pak Perry S3, Yassierli S3, AHY S3, Pak Tito S3, Pak Kapolri S3. Luar biasa itu semua. Begitu banyak S3 kalau tidak bisa memperbaiki sistem kelewatan itu,” ujarnya.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Lepas Status WNI Kena Tarif Rp5 Juta, Ini Kata Ketua DPR

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:23

KPK Panggil Lima Pejabat BPK Sumsel

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:16

Saham BUMI Menguat 6 Persen pada Sesi I, Bukukan Transaksi Rp727,5 Miliar

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:15

Pengisian Jabatan di Kemenag Dituntut Adil dan sesuai Meritokrasi

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:08

Bisa Jadi Ada Aparat Lain Seperti Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:06

Sekolah Negeri Sepi Peminat Harus Jadi Perhatian

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:05

Mereduksi Bobot Kekuasaan Gibran Lewat Pergeseran Posisi Duduk Wapres

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:04

Sepak Bola Berbasis Bukti

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:50

DPR Minta Kesetaraan Penanganan Kasus Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:39

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Dilibatkan dalam Pemungutan Pajak Berpeluang Gerus Kepercayaan Publik

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:38

Selengkapnya