Berita

Petugas menghalau massa yang rusuh saat demo akhir Agustus 2025 di Jakarta (Foto: RMOL/Bonfilio Mahendra)

Politik

Pengamat: Polri Ada di Garis Depan saat Demo Ricuh Agustus 2025

SENIN, 29 SEPTEMBER 2025 | 09:37 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Polri siaga membendung arus kerusuhan dan turut menjaga jalannya pemerintahan. Bahkan, pengamat Kebangsaan yang juga pendiri Haidar Alwi Institute (HAI), R. Haidar Alwi  menekankan Polri juga turun ke masyarakat lewat pelayanan administrasinya.

"Pada saat krusial itulah Polri berdiri di garis depan, membendung arus kekacauan, menjaga agar api kemarahan tidak membakar habis fondasi negara, dan memastikan pemerintahan tetap berjalan tanpa kehilangan kendali," jelas Haidar, dalam keterangan resmi yang diterima redaksi di Jakarta pada Senin, 29 September 2025.

Pengamat kebijakan public dan teknokrat dan lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini mengatakan, tragedi demo ricuh kemarin menjadi sejarah bagi bangsa Indonesia.


"Tragedi Agustus 2025 adalah salah satu ujian paling berat, di mana riak yang dipancarkan hampir berubah menjadi gelombang besar yang dapat mengguncang legitimasi pemerintahan Presiden Prabowo," ucap Haidar. Ia berpandangan tak adil saat ribuan anggota Polri berjaga siang-malam, meninggalkan keluarga, menghadang provokator hingga mempertaruhkan nyawa, namun disapu bersih oleh satu narasi bahwa mereka gagal.

Di sisi lain, Haidar menilai wacana penempatan Polri dibawah kementerian bisa menimbulkan dampak tertentu, yang khawatirnya bisa digunakan sebagaibalat politik. 

Ia merujuk pada sejarah sebelumnya, bahwa Polri yang dikungkung di bawah kementerian adalah Polri yang kehilangan independensinya, yang tidak lagi bisa berdiri tegak sebagai pengayom masyarakat, melainkan hanya menjadi kepanjangan tangan politik. 

Untuk itu Haidar meminta publik harus membuka mata dan rasional dalam melihat keadaan.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Manifesto PRD 1996: Ketika Sekelompok Anak Muda Membuat Penguasa Susah Tidur

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:27

Kanada Minta Warganya Waspadai Wabah Cyclospora sebelum Bepergian ke AS

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:16

BRI Peduli Buka Jalan UMKM Mebel Sukoharjo Tembus Pasar Global

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:10

Ganti Kapolri dan Jaksa Agung Diusulkan Barengan

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:06

Kemnaker Jamin 134 Pegawai PT Amos Terima Pesangon Rp12,7 Miliar

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:03

Purbaya Ungkap Alasan RI Tawarkan Pajak 0 Persen Selama 50 Tahun di PFII

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:47

KPK Sita Toyota Alphard Diduga Hadiah Proyek Bupati Lalu Ahmad Zaini

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:30

Risiko Perang Terbuka AS-Iran Meningkat Gegara Rebutan Selat Hormuz

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:23

KPK Bantah Kabar Penangkapan Gatot Heroe Hernanda

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:17

Fahira Ungkap Lima Tantangan Anak Indonesia dan Solusinya

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:12

Selengkapnya