Berita

Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi. (Foto: RMOL/Jamaludin)

Hukum

Komite Reformasi Polri Didesak Tuntaskan Kasus Judol Budi Arie

MINGGU, 28 SEPTEMBER 2025 | 16:00 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komite Reformasi Polri bentukan Presiden Prabowo Subianto diharapkan dapat mengevaluasi beberapa kasus penting yang ditangani Kepolisian Republik Indonesia.

Salah satunya untuk menindaklanjuti dugaan keterlibatan mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi dalam kasus judi online (judol).

Menurut Koordinator Simpul Aktivis Angkatan 98 alias Siaga 98, Hasanuddin, Mabes Polri harus memberikan kepastian hukum terhadap Budi Arie yang sebelumnya pernah diperiksa Bareskrim Polri sebagai saksi terkait dengan kasus jaringan judol.


"Apakah Budi Arie terlibat dengan kasus jaringan judi online tersebut. Sebagai menteri tentu, yang bersangkutan harus bertanggung jawab dengan terungkapnya ada jaringan judi online yang melibatkan pegawai Komdigi," kata Hasanuddin kepada RMOL, Minggu, 28 September 2025.

Hasanuddin menilai, Bareskrim seharusnya memanggil kembali Budi Arie terhadap hal tersebut, atau setidaknya mendalami keterangan yang disebutkan adanya "5 orang besar" terlibat di jaringan judol di Indonesia.

Kepastian hukum itu kata Hasanuddin, adalah bagian dari pemberantasan judol di Indonesia yang merusak ekonomi rakyat kecil, dan juga bagian dari profesionalisme Polri dalam penegakan hukum yang juga menjadi bagian strategis dalam transformasi reformasi di Polri.

"Jika tidak, maka kami berharap Komite Reformasi Polti nanti yang akan dibentuk juga bertugas mengevaluasi beberapa kasus pidana penting yang ditangani Polri yang menjadi perhatian publik, salah satunya terkait mantan Menteri Menkominfo Budi Arie," pungkas Hasanuddin.

Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya