Berita

Konflik agraria di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. (Foto: Dok. DPP Arun)

Nusantara

Masyarakat Adat di Ketapang Minta Keadilan Presiden Prabowo

SABTU, 27 SEPTEMBER 2025 | 14:37 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Konflik agraria masih bergulir di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Warga dari Desa Pelanjau Jaya, Desa Suka Karya, dan Desa Teluk Bayur turun ke jalan menuntut perusahaan sawit di wilayah tersebut segera ditindak tegas.

"Mereka mempertaruhkan jiwa dan raga demi merebut kembali hak-haknya. Pemerintah harus mendukung perjuangan rakyat karena hak-hak mereka sudah dijamin undang-undang," kata Sekretaris DPD Arun Kalbar, Muhammad Jimi Rizaldi dalam keterangannya mewakili warga, Sabtu, 27 September 2025.

Dalam aksinya, mereka meminta Presiden Prabowo Subianto menindak tegas praktik perusahaan yang dinilai merugikan rakyat sekitar selama puluhan tahun.


Konflik agraria di Ketapang menyoroti persoalan klasik antara masyarakat adat dan korporasi perkebunan sawit. Masyarakat Desa Pelanjau Jaya dan Desa Suka Karya menyebut tanah ulayat mereka telah dikuasai dan dieksploitasi perusahaan sawit sejak tahun 1997. 

Masyarakat pun sudah menduduki lahan selama 14 hari terakhir. Namun sayangnya, perusahaan tetap beraktivitas melakukan panen dengan pengawalan aparat.

Masyarakat Desa Teluk Bayur juga turut menyerahkan surat pernyataan sikap yang ditujukan kepada PT Prakarsa Tani Sejati (PTS). Dalam surat tersebut, warga mengaku tidak pernah menyerahkan lahan kepada perusahaan tersebut.

Dalam surat yang sama, mereka menuntut seluruh tanah adat yang saat ini dikuasai perusahaan segera dikembalikan kepada warga adat. Warga juga menuntut ganti rugi atas lahan yang digunakan tanpa izin.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya