Berita

Mantan Ibu Negara Pantai Gading Simone Ehivet (Foto: AFP)

Dunia

Mantan Ibu Negara Pantai Gading Simone Ehivet Ikut Nyapres

SABTU, 27 SEPTEMBER 2025 | 12:12 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Mantan ibu negara Pantai Gading pada masa kepresidenan Laurent Gbagbo (2000–2011), Simone Ehivet, kini maju sebagai calon presiden dalam pemilihan 25 Oktober mendatang. 

Dikutip dari AFP, Sabtu 27 September 2025, Ehivet, yang kini sudah bercerai dari Gbagbo, dikenal sebagai tokoh politik tangguh. Ia memulai perjalanan politiknya pada tahun 1970-an sebagai aktivis serikat pekerja, sebelum kemudian ikut membangun gerakan oposisi bersama Gbagbo melawan Presiden Felix Houphouet-Boigny, pemimpin pertama Pantai Gading.

Pasangan Gbagbo dan Ehivet sempat mencapai puncak kekuasaan di awal 2000-an, namun kejatuhan mereka terjadi satu dekade kemudian. Pada 2011, keduanya ditangkap setelah kerusuhan pasca pemilu terburuk dalam sejarah negara itu, lalu dipenjara.


Ehivet kembali ke panggung politik pada 2022 dengan membentuk partai baru bernama Gerakan Generasi Berkemampuan (MGC). Lewat partai ini, ia mendeklarasikan diri sebagai calon presiden dan kembali menantang rival lamanya, Presiden Alassane Ouattara, yang berambisi memperpanjang kekuasaan hingga periode keempat.

Lahir di Moossou, dekat Abidjan, Ehivet, yang kini berusia 70 tahun, menempuh pendidikan sebagai sejarawan dan sempat menjadi guru pada 1970-an. Tahun 1982, ia ikut mendirikan Front Populer Pantai Gading (FPI) bersama sejumlah mahasiswa, termasuk Gbagbo yang kemudian menjadi suaminya.

Karier politiknya kian menanjak setelah multipartai diperkenalkan pada 1990. Ehivet terpilih menjadi anggota parlemen pada 1995 dan menjabat wakil presiden Majelis Nasional. Posisi ini membuatnya semakin dikenal luas di kalangan elite politik.

Saat suaminya menjadi presiden tahun 2000, Ehivet menolak hanya berperan sebagai pendamping seremonial. Ia menjadi penasihat politik penting bagi suaminya dan kerap disebut sebagai “alter ego politik” sang presiden. Julukan “Wanita Besi” pun melekat pada dirinya hingga kini.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

KPK Benaran Sakit Jiwa, Gedung Merah Putih Mending untuk Merawat ODGJ

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:00

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Berkunjung ke USS Missouri

Sabtu, 18 Juli 2026 | 06:08

Legislator PDIP Minta Pemerintah Gercep Atasi Titik Panas di Sejumlah Wilayah

Sabtu, 18 Juli 2026 | 05:48

Menakar Arah Pemerataan Lewat Pelayaran Perintis

Sabtu, 18 Juli 2026 | 05:20

TNI Kirim Satgas Kompi Zeni dalam Misi Perdamaian PBB di Kongo

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:58

Pemerintah Didorong Segera Bentuk Badan Rempah dan Herbal Nasional

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:38

PBB Dukung Penuh Pemerintahan Prabowo dan Bidik Kemenangan 2029

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:18

Ancaman Industri Hasil Tembakau dan Agenda Global

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:59

BRI Gelar KKB Expo Hadirkan Kemudahan Layanan Pembiayaan Kendaraan

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:45

Data Pengungsi Papua Harus dapat Dipertanggungjawabkan

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:20

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Selengkapnya