Berita

Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDIP Novita Hardini (Foto: Dok. Novita Hardini)

Politik

Legislator PDIP Puji Prabowo Sejahterakan Petani Lewat Kenaikan HET Beras

JUMAT, 26 SEPTEMBER 2025 | 12:18 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Anggota DPR RI Fraksi PDIP Novita Hardini, memuji langkah kebijakan yang di ambil oleh  Presiden Prabowo Subianto dalam mensejahterakan petani, salah satunya lewat kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) Beras. 

Langkah Presiden yang telah merespons aspirasi petani dengan menaikkan HET beras dari Rp12.500 menjadi Rp13.500 merupakan kabar baik bagi petani yang selama ini mengeluhkan rendahnya harga jual beras.

“Pertama, saya bersyukur dan memberikan apresiasi terhadap Bapak Presiden Prabowo yang telah mendengarkan keluhan petani. Kenaikan HET Beras ini adalah bentuk kehadiran negara, agar petani mendapatkan harga yang pantas untuk menyejahterakan hidupnya,” ujarnya dalam keterangan resminya, Jumat 26 September 2025.


Selain soal harga beras, Novita juga menyoroti pentingnya pengawasan kualitas (QC) distribusi pangan hingga sampai ke masyarakat. Ia menerima banyak aspirasi agar Food Station bersama Satgas Pangan melakukan pembinaan yang lebih ketat, terutama untuk menjaga mutu beras di tingkat konsumen akhir.

Menurutnya, pemerintah juga harus memastikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tidak hanya berperan sebagai perpanjangan rantai pasok, tetapi juga menjadi mitra strategis yang mendapat pembinaan langsung.

“Di dalam BUMD banyak buruh yang menggantungkan hidupnya. Pemerintah harus hadir membimbing sekaligus mengawasi, agar BUMD bisa kembali beroperasi optimal dengan tata kelola yang sehat,” tegas Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDIP ini. 

Lebih lanjut, Novita juga menekankan bahwa perjuangan petani di daerah harus terkoneksi dengan rantai pasok nasional. Sebagai wakil rakyat dari Dapil Jatim VII (Mataraman), ia memastikan hasil pertanian dari wilayahnya dapat terserap secara maksimal dan berkontribusi pada ketahanan pangan Indonesia.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya