Berita

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan istrinya, Sara, di Bandara Ben-Gurion (Foto: The Jerusalem Post)

Dunia

Hari Ini Netanyahu Pidato di Sidang Umum PBB

JUMAT, 26 SEPTEMBER 2025 | 11:44 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan menyampaikan pidato di Sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat hari ini, Jumat, 26 September 2025.

Sebelum keberangkatannya dari Tel Aviv, Netanyahu melontarkan kritik keras terhadap langkah sejumlah negara yang mengakui Palestina sebagai negara berdaulat.

“Kapitulasi memalukan dari sebagian pemimpin terhadap teror Palestina tidak akan mengikat Israel dengan cara apa pun. Negara Palestina tidak akan pernah didirikan,” tegas Netanyahu di Bandara Ben-Gurion pada Kamis, 25 September 2026, seperti dikutip dari Jerusalem Post.


Netanyahu menambahkan bahwa ia akan membawa kebenaran Israe di forum dunia. 

“Saya akan mengatakan kebenaran kita, kebenaran warga Israel, prajurit IDF, dan negara kita. Saya akan mengecam para pemimpin yang bukannya mengutuk para pembunuh, pemerkosa, dan pembakar anak-anak kita, justru ingin memberi mereka sebuah negara di jantung Israel. Itu tidak akan terjadi,” ujarnya.

Selain berpidato di PBB, Netanyahu juga akan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin, 29 September 2025 di Washington. 

Menurut Netanyahu, pertemuan itu akan membahas peluang pascaperang Israel-Iran, upaya mengalahkan Hamas, pemulangan sandera, serta memperluas lingkaran perdamaian di kawasan.

“Kami akan membicarakan peluang besar yang muncul dari kemenangan kami, serta kebutuhan untuk menuntaskan tujuan perang: memulangkan semua sandera, mengalahkan Hamas, dan memperluas lingkaran perdamaian yang tercipta dari kemenangan bersejarah kami,” jelasnya.

Keberangkatan Netanyahu sebelumnya sempat diwarnai aksi protes di Bandara Ben-Gurion. 

Para demonstran menolak penunjukan David Zini sebagai kepala Shin Bet, menentang berlanjutnya perang di Gaza, dan mendesak pemerintah membuat kesepakatan untuk membebaskan para sandera.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Gugurnya Prajurit Jadi Panggilan Indonesia Tak Lagi Jadi Pemain Cadangan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:20

Aktivis KontraS Ungkap Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:19

Trump Ngotot akan Tetap Hancurkan Listrik dan Semua Pabrik di Iran

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:17

KPK Kembangkan Kasus Suap Importasi

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:09

Pertamina Bantah Kabar Harga Pertamax Tembus Rp17 Ribu per Liter

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:02

Siang Ini Jakarta Diprediksi Kembali Hujan Ringan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:00

Tiga Prajurit RI Gugur di Lebanon, Menlu Desak DK PBB Rapat Darurat

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:45

Transparansi Terancam: 37 Ribu Pejabat Belum Serahkan LHKPN

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:40

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Dilimpahkan ke Puspom TNI

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:27

Gibran Didorong Segera Berkantor di IKN Agar Tak Mubazir

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:18

Selengkapnya