Berita

Presiden RI Prabowo Subianto di Bandara Internasional Ottawa Macdonald-Cartier (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Dunia

Usai Singgung Kolonialisme di PBB, Prabowo Lanjut Lawatan ke Belanda

KAMIS, 25 SEPTEMBER 2025 | 18:41 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden RI Prabowo Subianto bertolak menuju Amsterdam, Belanda, pada Rabu malam, 24 September 2025, usai menyelesaikan sejumlah pertemuan produktif dengan para pemimpin Kanada.

Dari Bandara Internasional Ottawa Macdonald-Cartier, Presiden bersama rombongan terbatas lepas landas meninggalkan Kanada sekitar pukul 21.00 waktu setempat. 

Keberangkatan Presiden dilepas oleh Duta Besar Kanada untuk Republik Indonesia Jess Dutton, Duta Besar Republik Indonesia untuk Kanada Muhsin Syihab, serta Atase Pertahanan KBRI Ottawa, Marsma TNI Edwardus Wisoko Aribowo.


Selama di Ottawa, Presiden Prabowo melaksanakan dua agenda penting yakni pertemuan bilateral dengan Gubernur Jenderal Kanada Mary Simon dan Perdana Menteri (PM) Kanada Mark Carney.

Kunjungan Prabowo di Kanada menghasilkan capaian konkret berupa penandatanganan beberapa nota kesepahaman strategis, antara lain Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA), kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan, serta sejumlah kesepakatan bisnis.

Menariknya, keberangkatan Presiden ke Belanda berlangsung hanya sehari setelah pidatonya di Markas Besar PBB, New York, yang menyinggung narasi kolonialisme dan pengalaman pahit bangsa Indonesia di masa penjajahan.

“Bangsa saya mengenal betul penderitaan itu. Selama berabad-abad, rakyat Indonesia hidup di bawah penjajahan, penindasan, dan perbudakan. Kami diperlakukan lebih hina daripada anjing di tanah air kami sendiri,” ujar Prabowo dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB, Selasa, 23 September 2025. 

Pengamat geopolitik sekaligus Direktur Eksekutif Global Future Institute, Hendrajit, menilai penggunaan frasa tersebut bukan hanya merujuk pada kolonialisme Belanda, tetapi juga mencerminkan pengalaman kelam Indonesia di bawah pendudukan Jepang.

“Selain Belanda yang pernah mengeksploitasi buruh perkebunan dan pertanian lewat sistem tanam paksa, jangan juga dilupakan semasa penjajahan Jepang di Indonesia pada 1942-1945,” ujar Hendrajit kepada RMOL, Kamis, 25 September 2o25.

Ia mengingatkan, masa pendudukan Jepang juga sarat dengan praktik perbudakan, mulai dari kerja paksa Romusha, tentara paksa Heiho, hingga perbudakan seksual bagi perempuan yang dikenal dengan istilah Ianfu.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Menhub Prioritas Program dan Anggaran untuk Tingkatkan Keselamatan Transportasi

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:51

DPR Yakin Potongan Aplikasi 8 Persen Bikin Driver Makin Sejahtera

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:48

Kuasa Hukum Pertanyakan Status Tersangka Raudi Akmal

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:25

Nasib Ribuan Pekerja Moker Freeport Diadukan ke Kementerian HAM

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:09

Gus Yaqut Dibantarkan ke Rumah Sakit Polri

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:58

Dirjen Imigrasi Paparkan Tiga Pilar Penguatan Perbatasan Indonesia di Siem Reap

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:29

Legislator Golkar Apresiasi Dividen PT Telkom Tertinggi

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:15

Connie Minta Jokowi Diadili Terkait Kebijakan IKN

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:12

Kuliner Potensi Perkuat Pariwisata di Kancah Internasional

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:53

Harta Kekayaan Menperin Agus Gumiwang Naik 23,2 Persen, Utang Nyaris Rp100 Miliar

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:51

Selengkapnya