Berita

Presiden RI Prabowo Subianto menyapa diaspora RI di Ottawa Kanada, Rabu, 25 September 2025 (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Dunia

Diaspora Rela Tempuh Enam Jam Perjalanan Demi Sambut Prabowo di Kanada

KAMIS, 25 SEPTEMBER 2025 | 14:05 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Puluhan diaspora Indonesia menempuh perjalanan berjam-jam demi bisa menyambut langsung Presiden RI, Prabowo Subianto, yang melakukan kunjungan resmi perdananya ke Ottawa pada Rabu waktu setempat, 24 September 2025. 

Mereka mengibarkan bendera kecil di tangan dengan ekspresi gembira saat Presiden Prabowo tiba di hotel tempatnya singgah. 

Presiden disambut oleh dua bocah berpakaian adat yang menghadiahkannya sebuah cinderamata. Kemudian ia menghampiri rombongan diaspora RI yang hadir di sana. 


Bagi banyak diaspora, momen ini bukan sekadar penyambutan, melainkan juga pelepas rindu pada tanah air yang jauh di mata namun dekat di hati.

Maria, diaspora asal Flores, NTT, yang telah menetap 30 tahun di Kanada, mengaku menempuh enam jam perjalanan demi hadir di Ottawa dan bertemu Presiden RI. 

“Kita ke sini 6 jam, aku dari tempatku ke sini 6 jam. Pak Prabowo di sini kami bangga sekali, Pak Prabowo bisa kunjung melihat diaspora Indonesia yang ada di sini,” tuturnya penuh semangat.

Selain menyambut, banyak diaspora juga menitipkan doa dan harapan kepada Presiden. Gita, salah seorang perantau, menyampaikan optimismenya terhadap masa kerja Prabowo. 

“Wah senang sekali, saya punya harapan banyak untuk Pak Presiden. Dengan masa kerja yang baru di Indonesia, kita semua punya harapan supaya bisa memperbaiki kehidupan masyarakat Indonesia, baik yang di Indonesia maupun di luar negeri,” ujarnya.

Tak kalah antusias, Nonali Wau, yang sudah 22 tahun tinggal di Kanada, bahkan rela berangkat dari Montreal sejak pagi bersama rekan-rekannya. Ia tampak sumringah setelah berhasil bersalaman dan berfoto bersama Presiden. 

“Kita tadi senang ketemu Bapak Presiden, kita salaman, kita ketemu,” ujarnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya