Berita

Ilustrasi (Foto: Artificial Inteligence)

Bisnis

Emas Dunia Cetak Rekor Lagi setelah China Dorong Bank Sentral Borong Logam Kuning

RABU, 24 SEPTEMBER 2025 | 07:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas terus melonjak seiring arus masuk aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik.

NATO telah memperingatkan Rusia usai pelanggaran wilayah udara Estonia, menyebut Moskow tidak bertanggung jawab. Ketegangan ini ikut memperkuat permintaan emas sebagai aset lindung nilai.

Imbal hasil US Treasury bertenor 10 tahun turun 0,2 persen dan Dolar AS relatif stabil.


Fokus pasar kini tertuju pada rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE), indikator inflasi favorit the Fed, yang dijadwalkan Jumat pekan ini. 

Harga emas spot naik 0,8 persen menjadi 3.777,80 Dolar AS per ons pada perdagangan Selasa 23 September 2025. Setelah sempat menyentuh rekor 3.790,82 Dolar AS per ons di awal sesi.

Harga emas berjangka Amerika Serikat (AS) untuk kontrak pengiriman Desember ditutup melonjak 1,1 persen menjadi 3.815,70 Dolar AS per ons.

Bank Sentral China (PBOC) dikabarkan mendorong bank sentral negara-negara mitra untuk membeli serta menyimpan logam kuning di bursa Shanghai, menurut laporan  Bloomberg.
 
Selain emas, logam lainnya ikut terkerek. Perak spot naik 0,2 persen menjadi 44,17 Dolar AS, mendekati level tertinggi 14 tahun. Platinum naik 4,5 persen menjadi 1.480,97 Dolar AS per ons, tertinggi sejak 2014. Paladium melesat 2,8 persen ke posisi 1.212 Dolar AS.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

UPDATE

Prabowo Sampaikan KEM-PPKF di DPR, Purbaya Sebut Ada Pesan Penting

Rabu, 20 Mei 2026 | 02:15

Gibran Berpeluang Jadi Lawan Prabowo pada 2029

Rabu, 20 Mei 2026 | 02:01

Saatnya Menguji Kanal BoP Bebaskan WNI

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:55

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Kadin-Pemkot Jakpus Kolaborasi Berdayakan UMKM

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:18

Empat Tersangka Kasus Penipuan Calon Mitra SPPG Diamankan Polisi

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:16

Ini Respons Airlangga soal Rumor Pembentukan Badan Khusus Ekspor Komoditas

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:00

Razman Nasution Tak Boleh Lolos seperti Silfester Matutina

Rabu, 20 Mei 2026 | 00:30

Putusan MK Wajib Dipatuhi, SE Jampidsus Tak Bisa Buka Tafsir Baru

Rabu, 20 Mei 2026 | 00:11

Alumni Lemhannas Tegas Mendukung Ketahanan Nasional

Rabu, 20 Mei 2026 | 00:02

Selengkapnya