Berita

Kilang Pertamina Internasional (KPI) memberdayakan potensi masyarakat pesisir. (Foto: Dokumentasi Kilang Pertamina Internasional)

Nusantara

Kilang Pertamina Dumai Hadirkan Perubahan Lewat Program Bedelau Minapolitan

RABU, 24 SEPTEMBER 2025 | 05:41 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Kilang Pertamina Internasional (KPI) melalui unit operasinya Kilang Dumai memberdayakan potensi masyarakat pesisir di sekitar wilayah operasi kilang melalui program terintegrasi Bedelau Minapolitan.

"Program Bedelau Minapolitan lahir dari sebuah evaluasi terhadap potensi dan kondisi yang ada di masyarakat yang berpadu dengan keinginan masyarakat untuk tumbuh mandiri," ujar Pjs. Corporate Secretary KPI Milla Suciyani dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Rabu 24 September 2025.

Milla menjelaskan, program Bedelau Minapolitan terdiri dari beberapa sub program yang terintegrasi dan saling mendukung. Sub program itu diantaranya budidaya ikan air tawar, Green Laundry, Posyandu ibu dan anak, Masyarakat Peduli Pesisir dan Pertanian Sorgum.


"Program-program ini dilaksanakan untuk menjawab tantangan dan potensi alam yang ada di sekitar pesisir pantai yang juga menjadi wilayah operasi Kilang Dumai. Dari program-pogram ini juga lahir lokal hero yang dapat menjadi inspirasi," kata Milla.

Ramli contohnya. Hampir setengah abad, Ramli bersahabat dengan laut. Ia adalah warga Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai, Provinsi Riau. Wilayah ini berbatasan langsung dengan Selat Malaka, membuat Ramli akrab dengan samudera sejak masih belia.

“Saya sudah melaut sejak usia 12 tahun, berangkat pagi hari jam 7, pulangnya bisa sampai sore hari,” kata Ramli yang kini berusia 61 tahun.

Ramli melaut tidak untuk mencari ikan, melainkan menjual berbagai macam barang kepada awak dan penumpang kapal yang lewat, seperti kebutuhan sehari-hari, bahan makanan, minuman hingga buah-buahan yang dibawa dari daratan.

Namun, pekerjaan ini sangat berbahaya. Risiko tersapu gelombang atau tertabrak kapal ada di depan mata. Belum lagi cuaca buruk yang mengintai dan bisa muncul kapan saja. Untuk menyambung hidup, Ramli dan rekannya Nazaruddin sempat banting setir membudidayakan lele. 

Namun karena modal dan pengetahuannya terbatas, hasilnya kurang memuaskan, sebagian besar ikannya mati. Ramli dan Nazaruddin langsung merangkul nelayan lainnya dan terbentuklah Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Palas Jaya yang beranggotakan 16 orang. Nazaruddin didapuk menjadi ketua pokdakan dan Ramli sebagai bendaharanya. Kelompok ini akhirnya menjadi mitra binaan Kilang Dumai.

“Dengan Program Bedelau Minapolitan, kami berharap bisa membantu mereka keluar dari jeratan ekonomi dan menjadi masyarakat yang mandiri,” kata Area Manager Communications, Relations & CSR Kilang Dumai, Agustiawan.

Menurut Agustiawan, bantuan yang diberikan KPI pada Pokdakan Palas Jaya dilakukan secara bertahap. Tak hanya berupa peralatan dan bibit, anggota pokdakan juga mendapatkan bantuan pelatihan menernak ikan lele agar hasilnya maksimal.

Keberhasilan Ramli dan Pokdakan Palas Jaya sampai ke telinga Risman. Ia lalu mengajak 15 orang temannya di Kelurahan Tanjung Palas membentuk Kelompok Barter Jaya. Tidak seperti Ramli, Risman dan rekan-rekannya memilih untuk menjalankan usaba binatu atau laundry dengan konsep ramah lingkungan. Pada 2023, berdirilah Betuah Laundry yang mengusung konsep Green Laundry pertama di Dumai.

“Green laundry merupakan kelanjutan dari program budidaya ikan lele di Kelurahan Tanjung Palas, sekaligus memperluas penerima manfaat Program Bedelau Minapolitan. Betuah Laundry jadi pelopor binatu ramah lingkungan, dimana KPI juga fokus pada masalah tersebut,” kata Agustiawan.
 
Risman menjelaskan, anggota Kelompok Barter Jaya membuat sabun sendiri menggunakan bahan organik, yakni rumput teki. Kemampuan Risman dan kawan-kawan dalam mengubah rumput teki menjadi sabun juga didapat dari pelatihan yang difasilitasi Kilang Dumai.

Selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Program Bedelau Minapolitan juga memberikan dampak signifikan terhadap lingkungan pesisir Dumai. Melalui penanaman dan nursery mangrove endemik, kini sepanjang 86 meter garis pantai telah terlindungi dari abrasi dengan lebih dari 3.000 batang bibit siap tanam, serta berkontribusi pada penyerapan karbon hingga 53.075 ton eq per tahun. 

Pembangunan alat pemecah ombak juga terbukti menekan sedimentasi pasca abrasi dan menyerap emisi setara 81.646 kg CO2eq per tahun. Program ini tidak hanya memulihkan ekosistem mangrove, tetapi juga memperkuat ketahanan lingkungan dan keberlanjutan wilayah pesisir.

“KPI tidak hanya mengubah wajah pesisir Dumai, tetapi juga memberi harapan baru bagi masa depan masyarakat sekitar yang lebih hijau, inklusif dan sejahtera,” tutup Agustiawan.




Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya