Berita

(tengah) Ketua Umum HKI, Akhmad Ma’ruf Maulana, dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang. (Foto: Doc HKI)

Bisnis

Satgas Investasi Harus Jadi Problem Solver Bukan Sekadar Forum Koordinasi

SELASA, 23 SEPTEMBER 2025 | 15:08 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) mendorong Satuan Tugas (Satgas) Investasi bergerak cepat dalam mengurai hambatan yang masih dihadapi para pelaku usaha, di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian.

Ketua Umum HKI, Akhmad Ma’ruf Maulana, menegaskan pipeline investasi di kawasan industri terus bertambah, namun tanpa solusi konkret atas kendala birokrasi dan teknis, Indonesia bisa kehilangan momentum.

“Investasi yang masuk saat ini jumlahnya signifikan, pipeline investasi di kawasan industri terus bertambah. Namun, tanpa solusi konkret atas hambatan birokrasi dan teknis, investasi itu bisa saja batal atau pindah ke negara pesaing,” kata Akhmad dalam keterangan resmi kepada media di Jakarta, pada Selasa, 23 September 2025.


HKI menyoroti sederet persoalan klasik yang berulang kali dikeluhkan investor, mulai dari lemahnya sinkronisasi pusat-daerah, kepastian regulasi yang rendah, hingga peliknya tata ruang dan masalah pertanahan. Di luar itu, pengembangan infrastruktur dasar di luar kawasan industri juga disebut masih tertinggal, sehingga menambah biaya logistik dan menurunkan daya saing.

"Kondisi tersebut tidak hanya memperlambat pembangunan kawasan, tetapi juga merugikan investor yang telah menanamkan modal, serta menurunkan daya tarik Indonesia dibandingkan negara lain yang menawarkan proses investasi lebih sederhana," imbuhnya.

Untuk itu, HKI mendesak peran lebih Satgas Investasi sebagai eksekutor nyata, bukan sekadar forum koordinasi. Satgas Investasi juga dapat menjadi single command yang menyatukan pusat dan daerah, mengawal langsung investasi prioritas dengan model case management, memastikan pelayanan berjangka waktu pasti, serta melaporkan kinerja secara berkala kepada Presiden dan publik.

Menurut HKI, percepatan realisasi investasi akan berdampak luas. Tak hanya menambah penanaman modal, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, memperkuat ekspor, transfer teknologi, dan membangun daya saing industri nasional di pasar global.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

UPDATE

Tiba di Amman, Prabowo Disambut Putra Mahkota hingga Dikawal Jet Tempur

Rabu, 25 Februari 2026 | 08:15

Wall Street Bangkit Didorong Optimisme AI

Rabu, 25 Februari 2026 | 08:14

KPK Bakal Panggil Dirjen Bea Cukai Terkait Kasus Suap Importasi

Rabu, 25 Februari 2026 | 07:55

Duduk Bareng Bahas Ritel: Upaya Mendag Sinkronkan Aturan dengan Kebutuhan Desa

Rabu, 25 Februari 2026 | 07:39

Mantan PM Norwegia Dirawat Serius Usai Dugaan Percobaan Bundir di Tengah Skandal Epstein

Rabu, 25 Februari 2026 | 07:26

Indeks STOXX 600 Naik 0,23 Persen, Dekati Rekor Tertinggi di Tengah Dinamika Tarif AS

Rabu, 25 Februari 2026 | 07:16

Kemenag Kejar Target: Dana BOP dan BOS Rp4,5 Triliun Harus Cair Sebelum Lebaran 2026

Rabu, 25 Februari 2026 | 07:05

NasDem Berpeluang Mengusung Anies Lagi

Rabu, 25 Februari 2026 | 06:51

Roy Suryo Cs versus Penyidik Polda Metro Makin Seru

Rabu, 25 Februari 2026 | 06:34

Yuk Daftar Mudik Gratis 2026 Kota Bandung

Rabu, 25 Februari 2026 | 06:24

Selengkapnya