Berita

Presiden RI Prabowo Subianto di KTT Two State Solution PBB pada Senin waktu setempat, 22 September 2025 (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Dunia

Prabowo Tak Ingin Indonesia jadi Saksi Bisu di PBB

SELASA, 23 SEPTEMBER 2025 | 13:46 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Presiden RI Prabowo Subianto untuk pertama kalinya berpidato di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York. Kehadiran Prabowo di forum dunia ini memantik respons dari sejumlah tokoh politik nasional, salah satunya Politikus Partai Demokrat, Andi Arief.

Menurut Andi, kehadiran Prabowo di PBB memiliki makna simbolis sekaligus strategis. Ia menilai Prabowo ingin menunjukkan bahwa Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton atas berbagai krisis dunia.

“PBB bukan semata gedung megah, bukan hanya forum dunia. Ia merupakan wadah: apakah kita memilih menjadi saksi bisu atas penderitaan, atau menjadi suara yang menyembuhkan luka dan menghadirkan keadilan,” ujar Andi Arief lewat akun X miliknya di Jakarta, Selasa, 23 September 2025.


Publik kemudian membandingkan gaya diplomasi Prabowo dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Selama 10 tahun menjabat, Jokowi nyaris tak pernah hadir langsung di Sidang Majelis Umum PBB. Pada periode 2014–2019, ia mengutus Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk mewakili Indonesia.

Jokowi sendiri baru berpidato di forum itu pada 2020 dan 2021, namun secara virtual karena pandemi Covid-19. Sementara periode 2022–2024, pidato Indonesia di Sidang PBB disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Dengan tampil langsung di New York, Andi menilai Prabowo tengah membangun tradisi baru menjadikan diplomasi Indonesia lebih hadir, vokal, dan berani bersuara di panggung internasional.

"Pak Prabowo tak ingin Indonesia dan dunia menjadi saksi bisu," tandasnya. 

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya