Berita

Moh Husni Thamrin didampingi dua orang kuasa tambahan, Rudy Marjono dan Aditya Pratama dari kantor hukum RM and Partners Law Office Jakarta. (Foto: Istimewa)

Hukum

Jaksa Agung Digugat Warga Jember karena Tak Serius Tangkap Silfester

SELASA, 23 SEPTEMBER 2025 | 05:34 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Jaksa Agung bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan resmi menjadi Tergugat gara-gara dianggap tidak serius memenjarakan terpidana Silfester Matutina.

Perkara dengan nomor register 847/Pdt.G/2025/PN JKT.SEL itu diajukan oleh Mohammad Husni Thamrin, warga Jember, Jawa Timur, yang juga seorang advokat. Sidang yang berlangsung pada Senin 22 September 2025 di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan itu memasuki tahap mediasi dengan hakim mediator Edward Agus. Namun, mediasi ditunda lantaran mediator sedang menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

“Jadwal mediasi menunggu panggilan dari mediator,” kata Thamrin dikutip dari RMOLJatim.


Thamrin menilai Kejaksaan telah lalai menjalankan kewajiban hukum. Pasalnya, berdasarkan Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), Mahkamah Agung sudah memutus perkara Silferster dengan vonis 1,6 tahun penjara melalui putusan Nomor 287 K/Pid/2019 tertanggal 20 Mei 2019. 

Putusan tersebut menguatkan putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Nomor 297/Pid/2018/PT.DKI dan putusan PN Jakarta Selatan Nomor 100/PID.B/2018/PN.Jkt.Sel.

“(Kasus Silfester Matutina) merugikan seluruh rakyat Indonesia. Ini dapat menghancurkan sendi-sendi Indonesia sebagai negara hukum,” kata Thamrin.

Thamrin menggugat Jaksa Agung dengan tuduhan perbuatan melawan hukum. Ia menuntut agar empat tergugat dinyatakan bersalah dan dihukum membayar kerugian sebesar Rp4 serta diwajibkan segera mengeksekusi Silferster Matutina.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya