Berita

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: RMOL/Alifia Dwi Ramandhita)

Bisnis

Menkeu Purbaya Sindir Budaya ‘Asal Bapak Senang’ di Sistem Birokrasi Pemerintah

SABTU, 20 SEPTEMBER 2025 | 12:29 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti budaya Asal Bapak Senang (ABS) yang masih kuat di birokrasi, termasuk dalam laporan kesiapan sistem inti administrasi perpajakan (Coretax).

Purbaya mengaku kerap menerima laporan dari jajarannya yang terkesan dibuat indah, namun berbeda dengan kenyataan di lapangan. Hal tersebut dikatakan Purbaya setelah melakukan pengecekan langsung terhadap layanan informasi dan pengaduan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang dikenal sebagai 'Kring Pajak'.

“Dirjen Pajak sedang pergi ke luar negeri. Saya cuman tanya kesiapannya seperti apa di dalam, kalau menurut mereka bagus-bagus terus,” kata Purbaya saat ditemui di kantornya pada Jumat, 19 September 2025.


Ia menambahkan, meski laporan menyebut Coretax sudah stabil, keluhan dari masyarakat justru menyebut sebaliknya.

“Jadi mereka ngibulin saya juga kayaknya. Nanti saya akan cek, belum sidak betul ke Coretaxnya, karena belum sempet. Ya kalau orang tanya bos, pasti gitu kan,” kata Purbaya.

Menurutnya, pola kerja ABS seperti ini sudah menjadi kebiasaan lama di birokrasi, bahkan hingga ke level tertinggi pemerintahan. Ia menekankan perlunya perubahan budaya birokrasi agar laporan yang disampaikan lebih faktual dan berbasis data.

“Jadi di sini begitu yang ABS-ABS pelan-pelan akan kita ubah menjadi tidak ABS. Yang penting problemnya solve,” pungkasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya