Berita

Direktur Pengembangan Bisnis PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) (Persero), Charles Sitorus saat menjadi saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis, 18 September 2025. (Foto: Pengadilan Tipikor)

Hukum

Sidang Lanjutan Dugaan Korupsi Impor Gula Kemendag

Saksi PPI Beberkan Alasan Kerja Sama dengan Swasta di Pengadilan

JUMAT, 19 SEPTEMBER 2025 | 04:56 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Direktur Pengembangan Bisnis PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) Persero, Charles Sitorus menyebut kerja sama dengan pihak swasta dilakukan dengan prinsip good corporate governance guna memenuhi stok gula nasional.

Hal itu disampaikan Charles dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi impor gula di Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis, 18 September 2025.

Charles mengatakan, bahwa PPI bertindak berdasarkan penugasan resmi dari Kemendag untuk mengimpor gula dalam rangka stabilisasi harga.


"Karena penugasan pak. Dari dokumen yang ada pada kami, PPI mendapat penugasan dari menteri perdagangan berdasarkan surat tanggal 12 Juni 2015," kata Charles di persidangan.

Ia pun menerangkan, bahwa pemerintah awalnya berusaha memenuhi kebutuhan gula melalui BUMN. Namun, upaya tersebut gagal karena ketiadaan stok di dalam negeri.

"PPI sudah minta pemerintah, tetapi BUMN tidak bisa memenuhi. Saat itu, 200 ribu ton tidak bisa terpenuhi," ungkapnya.

Hal tersebut, lanjut Charles, mendorong PPI mengambil inisiatif untuk bekerja sama dengan perusahaan swasta. Kerja sama dengan swasta ini dilakukan dengan prinsip good corporate governance.

"Kami bekerja sama dengan 8 produsen gula rafinasi. Tidak ada tindakan yang tidak sesuai dengan asas good corporate governance," tuturnya.

Selain itu, Charles juga menekankan bahwa kerja sama dengan swasta dilaporkan secara tertulis kepada kementerian terkait dan tidak pernah mendapat teguran.

"Kami laporkan secara tertulis. Tidak ada teguran," pungkasnya.

Charles dihadirkan sebagai saksi mahkota untuk terdakwa korporasi dalam korupsi impor gula Direktur Utama (Dirut) PT Angels Products, Tony Wijaya NG; Direktur PT Makassar Tene, Then Surianto Eka Prasetyo; Direktur Utama PT Permata Dunia Sukses Utama, Eka Sapanca; kuasa Direksi PT Duta Sugar International, Hendrogiarto A Tiwow; dan Direktur Utama PT Berkah Manis Makmur, Hans Falita Hutama.

Sebelumnya, Charles dinyatakan bersalah dan dihukum 4 tahun penjara serta denda Rp750 juta. Ia mengajukan banding karena merasa pertimbangan hakim dan vonis tidak sesuai dengan fakta-fakta hukum serta bukti-bukti yang terungkap di persidangan.

Dalam pembelaannya, Charles menyatakan jika PT PPI mendapat penugasan dari pemerintah-melalui surat menteri perdagangan dan menteri BUMN untuk membeli 200 ribu ton gula. 

Dalam surat itu ditetapkan mitra PT PPI adalah PT Perkebunan Nusantara (Persero) atau PTPN dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) dengan harga beli gula mengacu pada Harga Pokok Petani (HPP) Rp8.900. Namun, pembelian gula itu hanya terealisasi 57.500 ton.

Charles beralasan PTPN dan RNI menginginkan PT PPI membeli di harga lelang yang berkisar Rp10.300, bukan harga HPP. Harga HPP dinilai terlalu rendah, meski telah diatur skema bagi hasil 65:35 sesuai ketentuan pemerintah.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya