Berita

Menko Polkam, Djamari Chaniago. (Foto: Okezone)

Politik

Peran Djamari Chaniago Hanya Mencatat Bukan Pemecat Prabowo

KAMIS, 18 SEPTEMBER 2025 | 16:29 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Usai dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) pada 17 September 2025, nama Letnan Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago kembali mencuat dalam perbincangan publik. 

Banyak pihak mengaitkan kiprahnya di masa lalu, terutama saat dirinya duduk di Dewan Kehormatan Perwira (DKP) yang memutuskan pemberhentian Prabowo dari dinas militer pada 1998.

Tak sedikit yang menuding Djamari ikut “memecat” Prabowo. Namun narasi itu perlu diluruskan. Djamari sejatinya bukan pengambil keputusan, melainkan hanya sekretaris dalam sidang DKP. Tugas utamanya sebatas mencatat jalannya persidangan, bukan menentukan vonis.


Sebagai sekretaris, Djamari memang tahu betul dinamika yang terjadi di dalam ruang sidang DKP, termasuk manuver para jenderal senior kala itu. Ia menyaksikan bagaimana proses politik dan militer berkelindan, hingga keputusan dikeluarkan untuk memberhentikan Prabowo dari TNI.

Justru karena posisinya itu, Djamari menyimpan banyak catatan penting soal rekayasa yang mewarnai sidang DKP. Ia tahu siapa saja yang memainkan peran besar, mulai dari para jenderal senior hingga kalkulasi politik di lingkar kekuasaan saat itu. 

Nama-nama seperti Subagyo Hadi Siswoyo, Fachrul Razi, Yusuf Kartanegara, Arie J. Kumaat, Susilo Bambang Yudhoyono, hingga Agum Gumelar berada di pusaran keputusan strategis tersebut.

Kini, setelah resmi menjabat Menko Polkam di bawah Presiden Prabowo, isu lama itu kembali digoreng sebagian pihak. Namun fakta sejarah menunjukkan, peran Djamari lebih sebagai saksi mata internal, bukan aktor penentu.

Kehadirannya di kabinet Prabowo justru menegaskan Presiden tidak terjebak pada dendam masa lalu. Sebaliknya, Prabowo menunjukkan sikap besar dengan merangkul Djamari yang memahami dinamika TNI dari dalam, sekaligus memiliki pengalaman panjang di bidang keamanan.

Dengan posisi strategisnya kini, Djamari Chaniago diharapkan bisa memperkuat koordinasi politik, hukum, dan keamanan nasional di era pemerintahan baru. Bukan sekadar membenahi masa lalu, tapi memastikan masa depan bangsa lebih stabil dan berdaulat.


Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya