Berita

Ilustrasii (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Bursa Eropa Terjerembab ke Level Terendah dalam Sepekan

RABU, 17 SEPTEMBER 2025 | 07:30 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Eropa merosot lebih dari 1 persen, karena tertekan sektor yang sensitif terhadap suku bunga menjelang keputusan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). 

The Fed diperkirakan memutuskan penurunan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin. Namun, sebagian pelaku pasar bahkan melihat peluang pemangkasan 50 basis poin, setelah data pasar tenaga kerja Amerika Serikat menunjukkan pelemahan. 

Selain kebijakan suku bunga, investor juga mencermati dinamika politik di tubuh the Fed. Presiden AS Donald Trump baru saja melantik Stephen Miran sebagai anggota Dewan Gubernur Fed. 


Indeks acuan pan-Eropa STOXX 600 melemah 1,14 persen atau 6,37 poin menjadi 550,79, pada penutupan pedagangan Selasa 16 September 2025 waktu setempat. 

Ini adalah posisi terendah dalam sepekan, dengan sektor keuangan, termasuk perbankan dan asuransi, memimpin penurunan. WIB.

Bursa regional utama juga berguguran. Indeks DAX Jerman ditutup turun 1,77 persen atau 419,62 poin menjadi 23.329,24. 

CAC 40 Prancis kehilangan 1,00 persen atau 78,71 poin menjadi 7.818,22.  FTSE 100 Inggris melemah 0,88 persen atau 81,37 poin ke posisi 9.195,66.

Saham L'Oreal merosot 2,9 persen setelah Jefferies memangkas peringkatnya menjadi "Underperform" dari sebelumnya "Hold". 

Saham Embracer melejit 4,7 persen ke level tertinggi dalam sebulan.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Pramono Klaim 96 Persen Warga Ingin CFD Rasuna Said Berlanjut

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:20

Garuda Institute Minta BGN Utamakan Kualitas daripada Kuantitas

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:12

Balas Serangan AS, Iran Gempur Pangkalan Bahrain dan Kuwait

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:58

Ditjenpas Benahi Overkapasitas dan Tingkatkan Keamanan Lapas

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:54

Paus Leo XIV Sebut Perang AS-Iran Tidak Adil

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:11

Bukan Sekadar Ganti Pejabat, Reshuffle Kabinet Harus Pulihkan Ekonomi

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:00

Bupati Pati Sudewo Ditahan di Rutan Semarang Jelang Sidang Dua Perkara

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:56

Suhud Alynudin Akan Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Senin Besok

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:27

Koperasi Didorong Masuk Ekosistem Industri Gula

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:02

Gus Salam Serap Aspirasi Nahdliyin Sulsel Jelang Muktamar NU

Minggu, 07 Juni 2026 | 07:52

Selengkapnya