Berita

Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Rhenald Kasali, (Foto: Youtube Rhenald Kasali)

Bisnis

Rhenald Kasali:

Jangan Biarkan Startup Indonesia Tinggal Kenangan

SELASA, 16 SEPTEMBER 2025 | 09:34 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Gelombang kejatuhan startup di Indonesia kembali menjadi sorotan. Satu per satu perusahaan rintisan tumbang, sementara sebagian pelakunya justru banting setir ke dunia politik. 

Fenomena ini, menurut Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Prof Rhenald Kasali, harus dipandang sebagai gejala serius yang berkaitan erat dengan kondisi global.
Menurutnya masyarakat tentu lebih tertarik dengan peristiwa-peristiwa besar yang berpengaruh langsung pada kehidupan mereka, seperti demonstrasi, respons DPR, hingga keributan politik yang berujung reshuffle kabinet. Namun di balik hiruk pikuk itu, dunia startup Indonesia mengalami guncangan yang tak kalah besar.

Rhenald menilai, gejolak itu dipicu oleh arus modal global yang kini kembali mengalir deras ke Amerika Serikat. Negeri Paman Sam, kata dia, menjadi magnet karena tengah ramai berbicara soal investasi besar di bidang kecerdasan buatan (AI).

Rhenald menilai, gejolak itu dipicu oleh arus modal global yang kini kembali mengalir deras ke Amerika Serikat. Negeri Paman Sam, kata dia, menjadi magnet karena tengah ramai berbicara soal investasi besar di bidang kecerdasan buatan (AI).

“Amerika telah menjadi satu-satunya negara yang menyedot kembali modal pulang ke negaranya. Donald Trump ini memang misterius dan diketahui Amerika ini kemungkinan besar pertumbuhan ekonominya akan mengejutkan. Tapi bagaimana dengan para investor yang sekarang tunggang langgang meninggalkan negeri kita? Kan mengerikan,” tegasnya lewat kanal Youtube miliknya, seperti dikutip redaksi di Jakarta, Selasa, 16 September 2025.

Di tengah situasi suram itu, Rhenald mengingatkan bahwa masih ada kisah yang kerap luput dari perhatian. Salah satunya, startup Amarta yang baru saja meluncurkan Amarta Financial Group. Menurutnya, meski gaungnya tertutup oleh berita-berita politik besar, Amarta terus melangkah dengan terobosan signifikan.

“Saya membaca ini startup yang tumbuh dan tentu saja berpengaruh dalam kehidupan ekonomi masyarakat di pedesaan. Lalu kita menyaksikan mereka tetap melakukan terobosan-terobosan,” jelas Rhenald.

Ia menambahkan, Amarta kini tidak hanya fokus pada pendanaan produktif untuk UMKM, tetapi juga sudah mengantongi izin Bank Indonesia untuk menghadirkan layanan dompet digital Amarta Fin.

“Jadi kita hendaknya jangan pesimis terhadap startup Indonesia. Tetap kita harus bangkitkan, beri dukungan, dan kita doakan agar mereka bisa tumbuh,” imbuhnya.

Di tengah banyaknya startup yang kolaps, Rhenald berharap perusahaan seperti Amarta mampu bertahan, tumbuh, dan menjadi harapan baru bagi ekosistem startup tanah air. 

“Jangan sampai semua startup Indonesia tinggal kenangan,” pungkasnya.


Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya