Berita

Calon walikota New York Zohran Mamdani (Foto: Reuters)

Dunia

Calon Wali Kota New York Janji Tangkap Netanyahu Jika Terpilih

MINGGU, 14 SEPTEMBER 2025 | 14:55 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kandidat wali kota New York dari Partai Demokrat, Zohran Mamdani berjanji menangkap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, jika menang dalam pemilihan mendatang. 

Mengutip wawancaranya dengan The New York Times pada Minggu, 14 September 2025, Mamdani menegaskan komitmennya untuk menegakkan hukum internasional, termasuk surat perintah penangkapan dari Pengadilan Pidana Internasional (ICC) terhadap Netanyahu atas dugaan kejahatan perang di Gaza.

“Ini adalah sesuatu yang berniat saya wujudkan. Keinginan saya adalah memastikan bahwa kota ini berdiri untuk hukum internasional," kata Mamdani. 


Ia menyatakan, jika kelak menjadi wali kota, ia akan menginstruksikan aparat kepolisian untuk menahan Netanyahu segera setelah mendarat di bandara New York.

“Saat ini kita tidak bisa mengandalkan pemerintah federal untuk memimpin. Ini adalah saat ketika kota dan negara bagian harus menunjukkan seperti apa sikap tegas terhadap nilai-nilai kita dan rakyat kita sendiri,” ujarnya.

Selain Netanyahu, Mamdani juga menegaskan bahwa ia akan melakukan hal serupa terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin, yang telah lebih dulu dikenai surat perintah penangkapan ICC pada 2023 terkait invasi Rusia ke Ukraina.

Mamdani diketahui secara konsisten mengecam Israel atas perang yang disebutnya sebagai genosida di Gaza. 

Sejak 2023, ia mendukung gerakan boikot BDS dan pernah mengajukan rancangan undang-undang negara bagian untuk melarang lembaga amal menyalurkan dana ke organisasi yang terlibat dalam pembangunan permukiman ilegal Israel di Tepi Barat maupun yang diduga membantu kejahatan perang di Jalur Gaza.

Mamdani juga pernah ditangkap dalam demonstrasi pro-Palestina yang menuntut gencatan senjata, hanya sepekan setelah serangan 7 Oktober 2023. 

Ia resmi ditetapkan sebagai calon wali kota New York dari Partai Demokrat pada Juli 2025, setelah mengalahkan pesaing pro-Israel Andrew Cuomoq.

Sementara itu, Netanyahu sebelumnya menanggapi santai ancaman Mamdani dengan menyebutnya sebagai hal yang “konyol” dan mengatakan dirinya tidak khawatir.

ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant pada November 2024, menuduh keduanya melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza. 

Pengadilan menuding para pejabat Israel tersebut secara sengaja membatasi akses warga sipil Gaza terhadap kebutuhan pokok seperti makanan, air, dan obat-obatan.

Namun, Amerika Serikat yang bukan anggota ICC menolak kewenangan lembaga itu. Presiden AS Donald Trump bahkan sempat menjatuhkan sanksi terhadap ICC karena mengeluarkan surat perintah tersebut.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya