Berita

Para pengunjuk rasa dengan slogan "Mari Blokir Semuanya" berbaris di sepanjang trem di Montpellier (Foto: Manon Cruz/Reuters)

Global

Demo Besar Prancis Ujian Pertama PM Lecornu

JUMAT, 12 SEPTEMBER 2025 | 06:53 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Aksi protes besar-besaran melanda Prancis sejak Rabu, 10 September 2025, setelah Presiden Emmanuel Macron menunjuk Sebastien Lecornu sebagai perdana menteri menggantikan Francois Bayrou yang tumbang karena kalah dalam mosi tidak percaya.

Di berbagai kota, aksi berlangsung ricuh. Di Marseille, pengunjuk rasa mencoba menduduki stasiun kereta api utama namun dibubarkan polisi. Di Rennes, sebuah bus dibakar, sementara di Bordeaux, jalur trem sempat diblokir.

Kementerian Dalam Negeri melaporkan ada lebih dari 800 aksi protes di seluruh negeri, dengan sekitar 175 ribu orang terlibat. Polisi menangkap lebih dari 330 orang, termasuk 106 di Paris.


Gerakan bernama Bloquons Tout atau Let’s Block Everything berada di balik aksi ini. Kelompok ini sudah lama menyerukan blokade massal, namun kemarahan makin meluas setelah pemerintah mengajukan rencana penghematan yang dianggap hanya menguntungkan kalangan kaya.

Bagi Lecornu, sekutu dekat Macron, kondisi ini menjadi ujian pertama. Ia harus membentuk pemerintahan yang kuat di parlemen yang sangat terpecah. Namun, oposisi sudah menyatakan penolakan.

“Rakyat Prancis mengharapkan perubahan. Sebastien Lecornu di Matignon sama saja dengan Emmanuel Macron di Matignon,” kata Olivier Faure, pemimpin Partai Sosialis, dikutip dari New York Times, Jumat 12 September 2025.

Faure juga menegaskan partainya tidak akan bergabung dengan pemerintahan. 

Dari kubu kiri, Manuel Bompard (France Unbowed) bahkan berjanji akan langsung mengajukan mosi tidak percaya pada sidang pertama parlemen.

Beberapa pengamat meragukan Lecornu bisa bertahan lama.

“Akan menjadi sebuah keajaiban jika dia berhasil,” ujar Zaki Laidi, analis politik dari Sciences Po Paris.

Gerakan Let’s Block Everything sendiri muncul dari dunia maya pada Mei lalu, ketika kelompok sayap kanan menyerukan “penutupan negara” pada 10 September. Aksi ini makin meluas setelah Bayrou mengajukan anggaran penghematan pada pertengahan Juli.

Banyak yang khawatir gerakan ini akan berkembang seperti Rompi Kuning pada 2018, yang juga lahir dari media sosial dan berujung pada protes kacau selama berbulan-bulan, hingga pemerintah kala itu harus menggelontorkan hampir 20 miliar Dolar AS untuk meredakannya.

Seperti Rompi Kuning, Let’s Block Everything juga tidak memiliki pemimpin resmi atau saluran komunikasi yang jelas.

Menurut survei Yayasan Jean-Jaures, sebagian besar peserta gerakan Let's Block Everything berasal dari kalangan simpatisan sayap kiri ekstrem. Mereka umumnya terdidik, sangat aktif secara politik, dan penuh amarah. 

"Rasa tidak percaya yang begitu besar terhadap institusi kekuasaan membuat mereka menganggap otoritas yang ada tidak lagi sah," menurut survei tersebut.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Darwis Ismail Terpilih jadi Nakhoda Baru ISKINDO Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:46

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 54 Ton Batu Galena dari Gorontalo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:27

Usul LBP Makin Terasa Janggal, Reformasi Hukum Jangan Kehilangan Arah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:59

Manifesto Welfare State Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:30

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:05

Sidang Praperadilan Kasus Relawan Prabowo Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:51

Langkah Cepat Polda Jatim Cegah Potensi Kericuhan Aksi Mahasiswa Tuai Apresiasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:26

PT TIMAH Buka Opsi Buyback Saham Sikapi Dinamika Pasar Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:49

GMNI Puji Ketegasan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:21

PKS Dukung Pemerintah Lakukan Reformasi Bursa Saham Menyeluruh

Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya