Berita

Anggota Komisi IV DPR Irham Jafar Lan Putra dan Dwita Ria Gunadi berkunjung ke Gudang Bulog di Kelurahan Campang Raya, Sukabumi, Bandar Lampung. (Foto: RMOLLampung/Istimewa)

Nusantara

Monitoring Gudang Bulog

Dua Legislator Senayan Geram Masih Ada Beras Berkutu di Lampung

KAMIS, 11 SEPTEMBER 2025 | 21:57 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Anggota Komisi IV DPR Irham Jafar Lan Putra dan Dwita Ria Gunadi melakukan monitoring stok dan harga pangan khususnya beras di Provinsi Lampung, Kamis, 11 September 2025.

Keduanya berkunjung ke Gudang Bulog di Kelurahan Campang Raya, Sukabumi, Bandar Lampung dan ke Pasar Kangkung, pasar tradisional berlokasi di Kecamatan Telukbetung Selatan.

Saat berkunjung ke Gudang Bulog di Campang Raya, Irham Jafar dan Dwita Ria melihat masih terdapat banyak beras impor dari Pakistan, Thailand, dan Myanmar hasil pengadaan tahun 2024.


Dalam kunjungan tersebut Irham Jafar dan Dwita Ria diperlihatkan beras impor dan masih ditemukan sejumlah kutu di beras tersebut.

“Ini ada kutunya, kok bisa begini?” kata Dwita Ria saat melihat sampel beras dikutip dari Kantor Berita RMOLLampung.

Sementara itu, Irham Jafar menjelaskan bahwa kunjungan ini untuk memonitor dan turun langsung ke pasar karena mendapat kabar harga beras di pasaran meroket. Padahal saat ini sedang musim panen.

“Setelah kami turun ke lapangan, ternyata keadaan di Lampung masih stabil. Stok berlimpah dan harga di pasaran masih sesuai harga eceran tertinggi (HET),” kata Irham Jafar.

Namun politisi PAN itu mengakui, daya beli masyarakat belakangan ini menurun. 

“Ini juga yang menyebabkan transaksi jual beli beras di pasaran belakangan ini berkurang,” jelasnya.

Wakil Pimpinan Bulog Lampung, Erdi Bhaskoro mengatakan bahwa di 15 gudang Bulog se-Lampung, masih terdapat sekitar 29 ribu ton beras impor

Erdi menjelaskan, stok beras impor itu sudah jauh berkurang karena terdistribusi untuk pengadaan Bantuan Pangan Beras Progam Badan Pangan Nasional (Bapanas). Selain itu beras impor juga untuk dijual melalui Rumah Pangan Kita (RPK), yakni pedagang di pasar-pasar yang menjadi outlet Bulog.

“Pada distribusi bantuan pangan beras bulan Juni-Juli kemarin, kami membagikan 14.450 ton beras kepada keluarga penerima manfaat di 15 Kabupaten Kota se-Lampung. Bulog Lampung juga segera mengirim sekitar 2.000 ton stok beras impor ke Jambi,” kata Erdi

Soal kutu yang ditemukan, ia menjelaskan jumlahnya tak banyak. Pihaknya juga rutin memeriksa stok. Sebelum didistribusikan dan dipasarkan, beras ini akan dibersihkan dengan blower dan dikemas ulang. Kualitas berasnya pun dipastikan aman dan layak.

Saat ini, selain menjual beras, Bulog di Lampung juga menjual minyak goreng, gula pasir, dan tepung. Untuk beras impor didistribusikan guna menstabilkan pasokan dan harga pangan.

Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual kepada toko-toko mitra Bulog yang disebut Rumah Pangan Kita (RPK). Harga jual Bulog kepada RPK Rp.55 ribu per karung (isi 5 kg), atau Rp.11 ribu per kg.

“RPK menjual kepada masyarakat Rp.57.500 hingga Rp.62.500/karung,” jelas Mei Rizal, Manajer Operasional Bulog Lampung.

Sedangkan beras yang dihasilkan dari penyerapan gabah petani lokal, diproduksi menjadi beras premium. Harganya Rp.14.800/kg. Beras inilah yang dijual Bulog secara komersil. Saat ini, harga beras premium di pasaran berkisar Rp15.000 sampai Rp17.000 per kg.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya