Berita

Istana Singha Durbar yang merupakan gedung DPR dan pemerintahan Nepal, dibakar dalam demonstrasi di Kathmandu, pada Selasa 9 September 2025. (Foto: ptinews.com)

Politik

Kerusuhan Nepal Bukan Revolusi Tapi Anarkisme Gen Z

KAMIS, 11 SEPTEMBER 2025 | 11:17 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kerusuhan di Nepal terus bergulir, namun narasi media internasional langsung menempelkan label klasik “bentrok Maois dan Leninist”. Seolah negeri di Himalaya itu masih terjebak pada era 1990-an, ketika perang rakyat Maois melawan monarki berdarah-darah.

Faktanya, pemandangan di jalanan hari ini berbeda. Yang membakar ban, melempar batu, dan berhadap-hadapan dengan polisi bukan kader partai tua, melainkan anak-anak Gen Z yang frustasi dan lapar setelah pemerintah sempat melarang 26 platform media sosial.

Politisi Demokrat, Andi Arief, mengingatkan agar peristiwa ini tidak disalahpahami sebagai gerakan revolusi.


“1917, Lenin nggak merusak atau membakar DPR (Duma). Ia hanya menentang dan ganti dengan struktur kekuasaan Soviet. Revolusinya tanpa bakar-bakaran. Ini beda dengan zaman sekarang yang ada anarkisme digital akibat menyerahkan propaganda pada viralisme tanpa pemimpin,” ujarnya lewat akun X, seperti dikutip redaksi di Jakarta, Kamis, 11 September 2025.

Menurut Andi, ledakan kemarahan Gen Z Nepal justru berujung pada darurat militer, bukan pengambilalihan kekuasaan. 

“Mereka hanya marah dan tujuannya jangka pendek. Viralitas atau algoritma media sosial memang sasarannya jangka pendek. Mereka sepertinya tidak bertujuan mengambil alih kekuasaan,” katanya.

Ia menegaskan, revolusi sejati biasanya dipimpin partai pelopor yang tahu arah perjuangan setelah satu langkah politik. 

“Sementara para influencer kita propaganda jangka pendek, itu pun belum tentu dipercaya terus menerus. Para influencer tidak berpikir mengambil alih kekuasaan, bahkan tidak peduli ada anarkisme di lapangan,” jelasnya.

Andi menilai dinamika di Nepal sarat vandalisme dan brutalitas, mirip dengan gelombang penjarahan yang pernah melanda Indonesia 1998. 

“Inilah plus minus zaman perjuangan menggunakan media sosial, yang sering viral justru yang mengaduk perasaan, soal kesenjangan, keadilan, bahkan kecemburuan,” pungkasnya. 

Kerusuhan ini bermula dari keputusan pemerintah yang sempat melarang 26 platform media sosial, termasuk Facebook dan Instagram. Dalihnya, untuk mencegah hoaks, ujaran kebencian, dan penipuan daring. 

Namun, kebijakan itu justru memantik kemarahan publik, terutama anak muda yang menggantungkan hidup pada media sosial untuk hiburan, berita, hingga bisnis. Meski larangan tersebut buru-buru dicabut pada Senin malam, api protes sudah terlanjur membesar. 

Gelombang kemarahan rakyat kini menjelma menjadi gerakan antikorupsi yang menargetkan elite politik Nepal. Militer menuding demonstran memanfaatkan situasi untuk merusak, menjarah, dan membakar fasilitas publik maupun properti pribadi.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Dipanggil KPK

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:31

Bisnis Ritel MAP Tumbuh Dua Digit, Laba Bersih Capai Rp2,1 Triliun

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:30

Konser Ye Sumbang Perputaran Ekonomi Rp600 Miliar, UMKM Ikut Kecipratan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Cari Pemimpin Baru, Kadin Jaktim akan Gelar Mukota VII

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Ekosistem Baterai Makin Maju, Toyota Didorong Garap Full EV

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:16

KPK Panggil Sejumlah Tenaga Ahli dan Kepala Biro BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:01

Periksa Suhu

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:00

Dony Oskaria Kumpulkan Petinggi BUMN, Ada Apa?

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:51

Bank Mandiri Buka-bukaan Soal Kredit Rp40 Triliun ke Haji Isam, Beberkan Agunan Saham JARR-PGUN

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:41

Sempat Mangkir, KPK Bakal Panggil Ulang Suami Fadia Arafiq

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:26

Selengkapnya