Berita

(Foto: Dok. BNI)

Bisnis

BNI Perkuat Mutu Pendidikan NTB lewat Sertifikasi Guru dan Pembangunan Karakter Siswa

RABU, 10 SEPTEMBER 2025 | 14:27 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI meluncurkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa pengembangan karakter bagi siswa serta sertifikasi internasional TOEIC untuk 100 guru Bahasa Inggris di Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Inisiatif ini bertujuan memajukan mutu sumber daya manusia (SDM) daerah tersebut agar lebih berdaya saing global.

Program secara resmi diluncurkan pada 1 September 2025 di SDN Bangkang, Lombok Tengah. Langkah ini, sejalan dengan pilar Asta Cita Pemerintah dalam meningkatkan kualitas manusia Indonesia. 


Program ini melibatkan 165 guru dan 341 orangtua dari 10 sekolah di Kabupaten Lombok Timur (Sembalun) dan Lombok Tengah (Kuta–Pujut).

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, investasi dalam pendidikan harus dimulai sejak dini dan melibatkan seluruh ekosistem. 

"Kami percaya bahwa pendidikan yang baik harus dimulai sejak dini, dengan melibatkan seluruh ekosistem mulai dari sekolah, guru, hingga orang tua," ujar Okki dalam keterangan tertulis, Rabu 10 September 2025.

Program ini terdiri dari dua kegiatan utama. Pertama, Program Pengembangan Karakter Anak yang fokus pada memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga dalam menanamkan nilai-nilai karakter kepada anak. 

Tujuannya, kata dia, anak-anak tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga memiliki fondasi moral dan sosial yang kuat.

Kedua, Program Sertifikasi Internasional TOEIC bagi 100 guru Bahasa Inggris se-NTB. Sertifikasi berstandar global ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas para pendidik dalam memberikan pengajaran yang lebih kompetitif dan setara dengan standar internasional.

"Kami berharap sertifikasi ini dapat membuka peluang lebih luas bagi guru bahasa Inggris di NTB, baik dalam meningkatkan keahlian mereka maupun dalam mencetak siswa-siswa yang siap menghadapi tantangan global," lanjut Okki.

Program TJSL di bidang pendidikan ini merupakan wujud komitmen BNI untuk terus mendukung pembangunan SDM unggul di Indonesia. 

Program di NTB ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat setempat, tetapi juga menginspirasi pihak lain untuk turut berkontribusi dalam mewujudkan SDM Indonesia yang berkarakter dan berdaya saing.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya