Berita

Gedung Bursa Efek Indonesia (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Laba Anjlok, Begini Kinerja Gudang Garam yang Dikabarkan PHK Ribuan Karyawan

SELASA, 09 SEPTEMBER 2025 | 12:50 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Viral di media sosial, salah satu produsen rokok terbesar di Tanah Air, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) melakukan perpisahan dengan ribuan karyawannya yang terkena  pemutusan hubungan kerja (PHK). 

Belum ada kejelasan kapan sebenarnya momen perpisahan tersebut terjadi atau kapan tepatnya video tersebut diunggah pertama kali, tetapi kabar ini tentu menjadi duka bagi sektor ketenagakerjaan Indonesia. 

Tagar Gudang Garam menggema di media sosial dalam beberapa hari ini. 


Disebutkan bahwa melandainya daya beli dan ekonomi nasional membuat penjualan dan produksi rokok turun sehingga perusahaan tidak punya pilihan lain selain melakukan PHK.

Laporan tahunan milik Gudang Garam menyebutkan bahwa karyawan yang dipekerjakan menurun. Pada 2019, jumlah karyawan total 32.491. Namun pada 2024 menjadi 30.308. 

Meskipun jumlah karyawan sempat mengalami kenaikan pada 2021 dan 2024, pada akhirnya jumlah karyawan selama lima tahun terakhir tersebut tetap menurun.

Penurunan jumlah karyawan ini sejalan dengan fluktuasi volume penjualan rokok Gudang Garam selama lima tahun terakhir.

Kinerja Gudang Garam khususnya pada setahun terakhir mengalami tekanan. 

Pada akhir 2024, Gudang Garam meraup laba bersih Rp980,80 miliar, laba terendah jika ditarik mundur 10 tahun ke belakang.  

Laba Gudang Garam 2024 itu turun dari raihan Rp5,32 triliun pada akhir 2023. Hal itu tidak lepas dari lesunya penjualan Gudang Garam. 

Di Semester I-2025, Gudang Garam mencatat laba bersih sebesar Rp 117,1 miliar, anjlok 87,3 persen dari periode sebelumnya. 

Mengutip laporan keuangannya yang disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), penurunan laba tersebut karena pendapatan Emiten milik keluarga  Susilo Wonowidjojo berkode GGRM ini hingga Juni 2025 turun 11,4 persen menjadi Rp 44,3 triliun dari perolehan Juni 2024 yang sebesar Rp 50,01 triliun.

Biaya pokok pendapatan juga turun menjadi Rp 40,5 triliun. Maka laba kotor GGRM hingga Juni 2025 turun menjadi Rp 3,7 triliun dari Juni 2024 yang sebesar Rp 5,06 triliun.

Laba usaha GGRM hingga semester pertama juga anjlok signifikan menjadi Rp 513,7 miliar dari Juni 2024 yang sebesar Rp 1,613 triliun.


Segmen Sigaret Kretek Mesin (SKM) menjadi salag satu yang tertekan. Segmen yang menyumbang 39,73 triliun, justru turun 10,76 persen (YoY). 

Segmen Sigaret Kretek Tangan (SKT) juga melambat menjadi sebesar Rp3,94 triliun, turun 19,54 persen YoY. 

Beban pokok GGRM tercatat sebesar Rp40,58 triliun, turun 9,72 persen. Masih dari laporan keuangan, beban terbesar GGRM berasal dari pita cukai, PPN dan pajak rokok.  

Beban pita cukai, PPN dan pajak rokok GGRM tercatat sebesar Rp32,89 triliun pada semester I/2025, turun 13,85 persen (YoY). 

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya