Berita

Perdana Menteri Prancis Francois Bayrou (Foto: France24)

Dunia

Kalah dalam Mosi Tidak Percaya, Bayrou Dilengserkan

SELASA, 09 SEPTEMBER 2025 | 07:53 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perdana Menteri Prancis Francois Bayrou resmi lengser setelah kalah dalam mosi tidak percaya pada Senin, 7 September 2025, waktu setempat.

Dalam pemungutan suara di Majelis Nasional, 364 anggota parlemen menolak Bayrou, sementara hanya 194 yang mendukungnya.

Dikutip dari France24, Bayrou akan menyerahkan surat pengunduran dirinya kepada Presiden Emmanuel Macron pada Selasa, 8 September 2025. Meski begitu, ia masih akan menjabat sebagai perdana menteri sementara hingga penggantinya ditunjuk dalam beberapa hari ke depan.


Keputusan Bayrou untuk memangkas pengeluaran negara sebesar 44 miliar Euro demi menekan utang Prancis menjadi awal gonjang-ganjing. Keputusannya tersebut memicu gelombang penolakan lintas partai. 

Situasi politik Prancis kini kian panas. Partai sayap kanan National Rally dan sayap kiri France Unbowed kompak menuntut pemilihan parlemen dipercepat. Bahkan, keduanya menyerukan agar Macron ikut mundur. Namun, presiden menegaskan bulan lalu bahwa ia tidak akan melepas jabatannya dan akan tetap memimpin hingga 2027.

Sementara itu, kemarahan publik terus meningkat. Gerakan akar rumput Bloquons Tout (“Mari Blokir Semuanya”) berencana menggelar aksi besar-besaran pada hari Rabu. Demonstrasi ini diperkirakan akan melumpuhkan bandara, stasiun kereta, dan jalan utama di seluruh Prancis.

Dalam pidato terakhirnya di Majelis Nasional, Bayrou mengakui bahwa langkahnya mempertaruhkan jabatan adalah tindakan berisiko, tetapi ia merasa tak punya pilihan lain.

“Risiko terbesar adalah tidak mengambil satu pun, membiarkan semuanya berjalan tanpa mengubah apa pun, terus berpolitik seperti biasa,” kata Bayrou.

“Tunduk pada utang itu seperti tunduk pada kekuatan militer. Didominasi oleh senjata, atau didominasi oleh kreditor - dalam kedua kasus itu, kita kehilangan kebebasan,” tegasnya.

Hingga kuartal pertama 2025, utang publik Prancis menembus 3,346 triliun Euro, setara 114 persen dari PDB. Anggaran untuk membayar bunga utang kini menjadi salah satu beban terbesar negara, mencapai sekitar 7 persen dari total belanja pemerintah.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Jenderal Agus Subiyanto Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT Ke-81 TNI

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:11

Rayakan Milad ke-81, GPI Gelar Sidang Dewan Organisasi di Bogor

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:22

Jalan Panjang Brigjen Ami Prindani Hingga Jadi Kadensus 88 Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pesantren Tanamkan Kesadaran Ekologi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

PKPA Peradi Profesional Raih Rekor MURI Peserta Terbanyak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:52

Trump Pangkas Dana Iklim Global, Program Konservasi Orangutan RI Ikut Kena Imbas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:22

Ekspor Lesu - Stok Melonjak: Harga Minyak Sawit Mentah Catat Penurunan Mingguan Kedua

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:57

PP GPI Apresiasi Gebrakan Reformasi Suyudi di Tubuh Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:45

DOJ Tutup Kasus Powell, Proyek Renovasi Fed Masih Berujung Audit

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31

Selengkapnya