Berita

Palang Merah Indonesia (PMI). (Foto: Istimewa)

Nusantara

Rekan Indonesia Soroti Duit Miliaran PMI DKI

SELASA, 09 SEPTEMBER 2025 | 06:34 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Di Tokyo, Palang Merah bukan sekadar lembaga kemanusiaan, melainkan institusi yang hidup dari kepercayaan. Di sana, warga rela menyisihkan sedikit iuran -- 2.000 yen per tahun -- karena yakin setiap yen tercatat dan dipertanggungjawabkan. 

Demikian disampaikan Ketua Umum Rekan Indonesia Agung Nugroho melalui keterangan elektronik di Jakarta, Selasa 9 September 2025.

Agung mengatakan, The Japanese Red Cross Society (JRCS) Cabang Tokyo tak sekadar menggalang donasi, karena mereka mengelola rumah sakit modern, pusat donor darah, dan melaporkan keuangan secara terbuka. 


Semua dana diaudit, semua bisa diakses publik. Transparansi menjadi modal utama, kepercayaan tumbuh, donasi pun mengalir. (Sumber: Japanese Red Cross Society, Annual Report 2023).

"Jakarta punya cerita lain. PMI DKI Jakarta bangga mengumumkan capaian Rp39,7 miliar dari Bulan Dana 2024," kata Agung.

Menurut Agung, hasil tersebut sebuah angka fantastis, namun cara penghimpunannya menimbulkan tanda tanya. 

"Di lapangan, amplop putih yang disebut sukarela berubah menjadi kutipan wajib," kata Agung. 

Agung megatakan, sekolah, RT, hingga kantor pemerintahan “didorong” untuk menyetor. Publik dipaksa memberi dengan alasan kemanusiaan, tapi tanpa ruang bertanya ke mana dana itu sebenarnya mengalir. 

"PMI DKI hanya memberi gambaran kasar: sekitar 35 persen untuk biaya rutin, sisanya untuk layanan kesehatan, donor darah, kebencanaan, dan pembinaan relawan," kata Agung.

Namun, laporan detail tak pernah benar-benar dibuka. Tak ada audit independen yang bisa diakses publik. 

"Dalam praktiknya, Bulan Dana lebih mirip pajak sosial ketimbang solidaritas sukarela," kata Agung.

Agung menekankan bahwa inilah jurang yang membedakan Tokyo dan Jakarta. JRCS Tokyo berdiri di atas partisipasi sadar dan transparansi absolut. PMI DKI bertumpu pada target setoran yang lebih bercorak birokratis daripada kemanusiaan.

Jika Palang Merah di Jakarta ingin dipercaya, kata Agung, jawabannya bukan sekadar mengejar angka miliaran, melainkan membongkar cara lama: hentikan pola kutipan, buka laporan ke publik, dan jadikan solidaritas benar-benar lahir dari sukarela. 

"Tanpa itu, Palang Merah akan kehilangan warna merahnya -- dan yang tersisa hanyalah abu-abu birokrasi," pungkas Agung.



Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya