Berita

Ilustrasi (Foto: Artificial Intelligence)

Bisnis

Dolar Menguat Jelang Rilis Data Ketenagakerjaan AS

RABU, 03 SEPTEMBER 2025 | 08:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kurs Dolar Amerika Serikat (AS) di pasar uang New York menguat seiring pasar menunggu rilis laporan ketenagakerjaan yang dapat memberi sinyal arah kebijakan suku bunga dari Federal Reserve (The Fed).

Poundsterling dan Yen tersungkur, dipicu meningkatnya kekhawatiran investor atas kondisi fiskal global. Pelemahan kedua mata uang tersebut memberi ruang bagi Dolar AS untuk kembali berkibar. 

Penguatan dolar AS juga didorong kenaikan imbal hasil US Treasury, seiring gejolak di pasar obligasi global. 


Indeks Dolar (DXY) yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, menguat 0,74 persen ke posisi 98,37 pada penutupan perdagangan Selasa 2 September 2025 Waktu setempat.

Penguatan ini terjadi di tengah kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah dan gejolak dalam pasar obligasi global.

Pasar uang kini memperkirakan peluang 91 persen bahwa bank sentral akan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin bulan ini. Namun, taruhan tersebut dapat berubah bergantung pada data ekonomi yang dirilis pekan ini.

Poundsterling terperosok ke posisi terendah dalam tiga setengah minggu, anjlok 1,24 persen menjadi 1,3375 Dolar AS pada sesi petang. 

Dolar AS menguat 0,84 persen terhadap Yen ke level 148,40, tertinggi sejak 1 Agustus. 

Yen tertekan oleh komentar bernada dovish dari Deputi Gubernur Bank of Japan (BoJ), Ryozo Himino. Pernyataan yang tidak menunjukkan arah pengetatan kebijakan moneter itu mendorong spekulan kembali menambah posisi jual terhadap Yen.

Euro juga ikut tertekan, turun 0,61 persen menjadi 1,1637 Dolar AS.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Prabowo Desak Bos Batu Bara dan Sawit Dahulukan Pasar Domestik

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Polisi Harus Ungkap Pelaku Serangan Brutal terhadap Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Aparat Diminta Gercep Usut Penyiraman Air Keras terhadap Pembela HAM

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Prabowo Ingatkan Pejabat: Open House Lebaran Jangan Terlalu Mewah

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Bahlil Tepis Isu Batu Bara PLTU Menipis, Stok Rata-rata Masih 14 Hari

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:38

Purbaya Lapor Prabowo Banyak Ekonom Aneh yang Sebut RI Resesi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:32

Kekerasan Terhadap Pembela HAM Ancaman Nyata bagi Demokrasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:12

Setengah Penduduk RI Diperkirakan Mudik Lebaran 2026

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:07

Mentan: Cadangan Beras Hampir Lima Juta Ton, Cukup Hingga Akhir Tahun

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:48

Komisi III DPR Minta Dalang Penyerangan Air Keras Aktivis KontraS Dibongkar

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya