Berita

Sentra Penggilingan Padi (SPP) Sragen, Jawa Tengah (Foto RMOL/Achmad Satryo)

Bisnis

Intervensi Lembaga Lain Bikin Kacau Tata Kelola Pangan

SENIN, 01 SEPTEMBER 2025 | 11:01 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Tata kelola pangan kembali menjadi sorotan, lantaran Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) dinilai kehilangan kendali dalam menjaga stok dan distribusi pangan nasional.

Guru besar IPB University Dwi Andreas Santosa menilai, Perum Bulog adalah institusi yang diberi tugas mengelola cadangan pangan pemerintah harus bekerja sesuai mandat Peraturan Presiden (Perpres) 125/2022

Menurutnya, golden rule tata kelola pangan menempatkan lembaga penyimpan cadangan pangan negara harus bebas intervensi, tetapi nyatanya harga beras sepanjang 2025 melonjak karena Bulog tidak lagi bisa menjalankan fungsinya secara profesional akibat intervensi berlebihan.


"Tahun 2025 ini, tidak ada bulan di mana harga beras nggak naik. Naik terus, dari Januari sampai detik ini harga beras naik terus. Berarti kan ada 'something wrong', ada sesuatu yang salah," ujar Andreas dalam keterangan tertulisnya, Senin, 1 September 2025.

Andreas memaparkan, meskipun produksi beras diperkirakan naik sekitar 5 persen, namun ketersediaan beras untuk konsumsi justru terendah dalam tiga tahun terakhir. 

"Ketersediaan beras untuk konsumsi tahun ini terendah selama 3 tahun terakhir menjadi hanya 33,9 juta ton. Kok bisa? Ini kan pertanyaannya,” kata Andreas.

Situasi itu, lanjutnya, juga diperburuk oleh tata niaga yang terganggu. Lembaga yang menyimpan cadangan pangan pemerintah itu seharusnya bebas intervensi dari pihak apa mana pun.

"Jadi kalau dalam hal ini kan Bulog kan di Indonesia. Itu seharusnya bebas intervensi. Sekarang ini Bulog menghadapi persoalan sangat besar terkait dengan stok. Harus diingat, karena begitu banyak pihak yang mencampuri urusan Bulog,” tuturnya.

Andreas bahkan mengingatkan adanya potensi kerugian negara yang besar,  akibat tata kelola stok yang tidak profesional.

"Gudang-gudang filial Bulog itu berasnya sudah pada enggak karuan loh. Jadi hati-hati, nih, pemerintah. Kalau 100 ribu ton saja negara dirugikan 1,2 triliun. Harus diingat itu kan ya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Andreas mengingatkan pemerintah apabila intervensi terhadap Bulog terus terjadi. Yakni, persoalan harga beras tidak akan pernah selesai.

"Sehingga tetap saja tahun 2025 kita akan bermasalah dengan harga," demikian Andreas menambahkan.

Adapun tudingan adanya intervensi ditengarai mengarah pada Kementerian Pertanian. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Raker Komisi IV DPR RI, pada 21 Agustus 2025.

Dalam kesempatan tersebut Mentan menyatakan, urusan stabilitas harga bukan menjadi Tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi) lembaga yang dipimpinnya. Namun, Mentan Amran menegaskan bahwa pihaknya harus turut intervensi karena berkaitan dengan petani.

"Tapi kami merasa bertanggung jawab karena kami bersama petani. Sebenarnya bukan urusan kami," kata Amran.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Denny Indrayana Optimistis MK Diskualifikasi Gibran

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:05

Harga Minyak Dunia Membara, Rupiah Kembali Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:03

Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:55

Nonton Film ‘Istimewa’ Bareng Penyandang Disabilitas, Legislator PKS Dorong Kesetaraan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:49

Masuknya RG Jadi Wantimpres Pelajaran untuk Tak Terlalu Anti Kekuasaan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:43

Ribuan Prajurit Dikerahkan Dalam HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:34

SBY dan Jokowi Kompak Hadir di Upacara HUT Ke-81 TNI

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:33

IHSG Positif di Awal Perdagangan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:32

Profil Komandan Upacara HUT Ke-81 TNI Letjen TNI Lucky Avianto

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:18

KPK Telusuri Dugaan Setoran dari Wajib Pajak Sektor Pertambangan di Banjarmasin

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:17

Selengkapnya