Berita

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PAN, Eko Patrio didampingi Sigit Purnomo Said meminta maaf kepada publik. (Foto: Instagram)

Politik

Eko Patrio dan Uya Kuya Dikabarkan Mundur dari Anggota DPR

MINGGU, 31 AGUSTUS 2025 | 13:56 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Beredar kabar anggota DPR Fraksi PAN Eko Patrio dan Uya Kuya mundur sebagai anggota DPR menyusul pernyataan keduanya yang bikin gaduh hingga menjadi salah satu pemicu demonstrasi.

Sumber redaksi di PAN menyebutkan, nasib Eko dan Uya Kuya memang sedang dibahas serius di internal.

"Benar ada diskusi soal itu," demikian kata sumber redaksi di DPP PAN, Minggu, 31 Agustus 2025.


Sejauh ini, PAN tak mau gegabah untuk mengambil keputusan. Mengingat, Eko Patrio juga berstatus sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen). Yang jelas, desakan agar Eko dan Uya Kuya untuk segera mundur cukup kencang di internal.

Desakan ini juga sudah sampai ke meja Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas). Nantinya keputusan akhir akan diumumkan langsung oleh petinggi PAN.

Sementara itu, Eko dan Uya Kuya telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat usai polemik dan keresahan yang muncul belakangan ini.

Pernyataan disampaikan dalam unggahan Instagram bersama rekannya sesama anggota DPR dan kader PAN, Sigit Purnomo alias Pasha pada Sabtu malam 30 Agustus 2025.

Eko juga mengatakan tidak ada niat untuk memperkeruh keadaan. Sosok yang juga seorang pelawak ini menegaskan komitmennya menjalankan peran sebagai wakil rakyat dengan ketulusan dan tanggung jawab.

"Ke depan, saya akan lebih berhati-hati dalam bersikap dan menyampaikan pendapat," demikian kata Eko.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Istana Minta Kritik terhadap BI Dijadikan Evaluasi Penguatan Komunikasi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:23

Kursi Dua Wamen Kosong, Pemerintah Belum Siapkan Pengganti

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10

Mensesneg soal Kabar Said Iqbal Masuk Kabinet: Masih Didiskusikan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:59

Mubes V Kosgoro 1957 Digoyang Penolakan Daerah

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:52

AS Hantam Iran dengan Sanksi Baru, Jaringan Penyelundupan LPG Jadi Target

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:37

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:31

Prasetyo Hadi: Sinergi Pemerintah, DPR, dan BI Kunci Jaga Stabilitas Ekonomi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:20

Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:08

Menkeu Purbaya Bantah Omzet Warteg Turun Jadi Bukti Daya Beli Lesu

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:47

Daftar Komoditas Dirilis, Danantara SDI Siap Kendalikan Rezim Baru Ekspor RI

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:21

Selengkapnya