Berita

Sejumlah petugas keamanan berjaga di depan rumah Eko Patrio, Sabtu malam, 30 Agustus 2025. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Rumah Eko Patrio Tidak Benar Dirusak Massa

SABTU, 30 AGUSTUS 2025 | 21:33 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kabar rumah Anggota DPR Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio disantroni dan dirusak massa tidak benar.

Suasana terkini kediaman Eko yang terletak di Jalan Karang Asem I, Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan, terlihat sepi dan tidak ada pergerakan massa.

Begitu pantauan RMOL hari ini, Sabtu 30 Agustus 2025, pukul 21.05 WIB. 


Tak hanya di luar, dari dalam rumah juga tampak tidak ada aktivitas. Seluruh lampu ruangan dalam rumah tidak menyala.

Terpantau rumah sosok yang mulai dikenal lewat grup Ngelaba ini dijaga ketat oleh Satpam di sejumlah titik. Beberapa kendaraan sempat keluar dari rumah tanpa diketahui siapa yang di dalamnya.

Sebelumnya beredar video pendek dengan narasi rumah Eko Patrio diobrak-abrik massa. Dalam video itu terlihat beberapa massa berusia muda masuk garasi sebuah rumah yang berisi mobil-mobi mewah. Mereka merusak mobil-mobil tersebut dengan bangga sambil berteriak.

Eko Patrio termasuk anggota DPR yang diprotes massa buntut aksi jogetnya saat Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD pada 15 Agustus 2025.

Perilaku Eko dinilai tidak pantas, menunjukkan tidak punya empati para wakil rakyat di tengah kesulitan yang dihadapi masyarakat.

Sadar video jogetnya viral, Eko malah mengunggah video parodi joget sound horeg di akun media sosial. Dalam video terlihat Eko bak Disk Jockey (DJ) lengkap dengan headphone dan audio mixer yang seperti tengah ia mainkan.

Makin jadi sorotan saat suami Viona Rosalina itu meminta maaf. Eko berkelakar saat perayaan HUT ke-27 PAN, saat berada di atas panggung, trauma goyang.

Nama anggota DPR lainnya yang jadi target protes massa adalah anggota Fraksi Nasdem DPR Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach, serta satu anggota Fraksi PAN yang juga teman separtai Eko yakni Uya Kuya.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya