Berita

Suasana Munas V Ikal Lemhanas saat dinyatakan diskors oleh pimpinan sidang sementara Marsdya (Purn) Daryatmo. (Foto: Dok Pribadi)

Politik

Agum Gumelar Masih Ketua Umum Ikal Lemhanas

Munas V Ditunda Sebelum Pemilihan
SENIN, 25 AGUSTUS 2025 | 03:46 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar masih menjabat ketua umum Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (Ikal Lemhanas). Sebab Musyawarah Nasional (Munas) V berakhir deadlock sebelum masuk tahapan sidang paripurna IV pemilihan ketua umum.

Munas V Ikal Lemhannas digelar di Gedung Dwiwarna Lemhannas, Jakarta Pusat, Sabtu 23 Agustus 2025. Sidang Paripurna I yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari berlangsung keras. Ada tiga agenda yang akan ditetapkan seperti penyampaian agenda munas, tata tartib dan pemilihan sekaligus pengesahan pimpinan sidang Munas V IKAL Lemhannas.

Perdebatan panjang salah satunya terkait Ikatan Keluarga Alumni Kebangsaan Lemhannas (Ikabnas) memiliki 10 suara dalam pemilihan ketua umum yang di dalam AD/ART yang berlaku belum diatur.


Suasana semakin tidak kondusif menjelang Magrib. Kemudian sidang dinyatakan diskors oleh pimpinan sidang sementara, Daryatmo, yang juga Sekjen Ikal Lemhannas periode 2020-2025 dan pensiunan TNI AU berpangkat Marsekal Madya.

Jeda waktu tersebut digunakan Daryatmo untuk berkonsultasi dengan para senior Ikal Lemhanas, diantaranya Agum Gumelar. 

"Para senior termasuk Pak Agum mengatakan debat di paripurna sudah tidak baik, saling teriak, tidak mencerminkan Ikal Lemhanas sebagai wadah organisasi alumni Lemhannas yang prestisius. Mereka sepakat untuk ditunda menjelang Maghrib,” kata Daryatmo kepada media, Minggu 24 Agustus 2025.

Lalu setelah skors dicabut, Daryatmo melanjutkan sidang namun suasana tidak berubah karena semua peserta ingin bicara, terutama dari kalangan muda.

Perlu diketahui, bursa calon ketua umum Ikal diramaikan tiga nama. Mereka adalah mantan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal (Purn) Jenderal Dudung Abdurahman, mantan Menteri Pertahanan dan ESDM Purnomo Yusgiantoro dan mantan Menteri BUMN Mustafa Abubakar.

Kemudian sekitar pukul jam 20.00 WIB, karena sudah semakin malam dan belum ada penyelesaian, Daryatmo menunda jalannya Munas. 

"Saudara-saudara sekalian para peserta Munas, mengingat waktu dan masih banyak agenda yang dibahas dan sampai sekarang saja dua agenda belum selesai dibahas, maka sidang ditunda sampai waktu yang ditentukan," kata Daryatmo ditutup ketuk palu tiga kali dan sebagian peserta Munas setuju untuk ditunda.

Terkait pemberitaan bahwa Munas V Ikal Lemhannas selesai diselenggarakan hingga tuntas dan dilakukan sidang paripurna IV pemilihan dan penetapan Dudung Abdurachman sebagai ketua umum periode 2025-2030, Daryatmo menjawab diplomatis. 

"Kalau ada sebagian peserta yang melanjutkan munas silahkan tanya ke para seniornya. Masa sih, karena itu tidak sesuai dengan AD/ART. Munas ya harus sesuai AD/ART dan diikuti oleh para pemilik suara. Sementara pemilik suara yang lain kan sudah meninggalkan tempat," ujar Daryatmo.

"Kami melakukan ini karena organisasi Ikal selalu menjaga persatuan dan kesatuan, guyub. Tapi yang terjadi justru kisruh apalagi sampai menimbulkan kerusahan. Itu yang saya hindari. Daripada terjadi seperti itu lebih baik kami tunda," sambungnya.

Penundaan tersebut, kata Daryatmo, sesuai pesan Ketum Agum Gumelar agar menjaga marwah Ikal sebagai wadah para alumni lulusan lembaga prestisius yang namanya Lemhannas. 

"Apalagi temanya Ikal sebagai katalisator keutuhan dan kemajuan bangsa. Bagaimana kita bisa menjaga keutuhan bangsa kalau kita sendiri sudah tidak utuh. Apa yang saya jalankan adalah apa yang dikemukakan dan tekankan oleh Ketum Pak Agum Gumelar," pungkas Daryatmo.




Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya