Berita

PLTN Ma’anshan (Foto: Reuters)

Dunia

Taiwan Gagal Aktifkan Kembali Pembangkit Nuklir Ma’anshan

MINGGU, 24 AGUSTUS 2025 | 12:47 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Upaya Taiwan untuk menghidupkan kembali Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Ma’anshan melalui referendum resmi gagal.

Mengutip laporan AFP pada Minggu, 24 Agustus 2025, hasil pemungutan suara menunjukkan dukungan tidak mencapai ambang batas yang ditetapkan.

Komisi pemilu Taiwan mencatat sekitar 4,3 juta warga memberikan suara “ya” untuk mengaktifkan kembali PLTN, sementara 1,5 juta menolak. 


Sesuai aturan, referendum baru dinyatakan sah jika sedikitnya lima juta suara mendukung dan jumlahnya lebih besar daripada penolak.

PLTN Ma’anshan, yang berlokasi di Pingtung, telah ditutup sejak Mei lalu, menandai berakhirnya penggunaan energi nuklir di Taiwan. 

Penutupan ini memicu kekhawatiran akan ketergantungan tinggi Taiwan terhadap impor bahan bakar fosil untuk kebutuhan rumah tangga, industri, dan khususnya sektor semikonduktor.

Presiden Taiwan, Lai Ching-te, menegaskan bahwa keputusan rakyat akan dihormati. Menurutnya keselamatan nuklir adalah isu ilmiah, dan tidak bisa diputuskan hanya lewat satu kali pemungutan suara. 

“Saya menghormati hasil referendum ini dan memahami harapan masyarakat akan adanya opsi energi yang lebih beragam. Konsensus terbesar dalam perdebatan energi Taiwan adalah soal keselamatan," tegasnya.

Partai berkuasa Democratic Progressive Party (DPP) sejak awal menolak wacana pembukaan kembali Ma’anshan kecuali ada jaminan keamanan dan solusi permanen untuk limbah nuklir. 

Sebaliknya, oposisi utama Kuomintang (KMT) mendukung reaktivasi dengan alasan pentingnya pasokan energi nuklir bagi keamanan energi nasional.

Namun, sejumlah pengamat menilai referendum kali ini tak lebih dari formalitas.

“Apakah lolos atau gagal, keputusan akhirnya tetap berada di tangan pemerintah. Jadi hasilnya tidak akan terlalu berbeda,” kata
Chen Fang-yu, asisten profesor ilmu politik di Universitas Soochow, Taipei.

Pada masa jayanya di era 1980-an, energi nuklir menyumbang lebih dari 50 persen pasokan listrik Taiwan melalui tiga PLTN dengan enam reaktor. 

Namun, kekhawatiran keselamatan meningkat sejak kecelakaan Three Mile Island di AS, kasus pembuangan limbah di Pulau Anggrek (Orchid Island), serta bencana nuklir Fukushima di Jepang.

Dua PLTN Taiwan berhenti beroperasi antara 2018 hingga 2023 setelah izin operasi habis, sementara PLTN keempat dihentikan pembangunannya sejak 2014. Referendum pada 2021 juga pernah menolak pengaktifan kembali proyek tersebut.

Ketergantungan Taiwan pada energi fosil kini mencapai tingkat kritis. Data pemerintah 2024 menunjukkan listrik masih didominasi gas alam cair (42,4 persen) dan batubara (39,3 persen), dengan energi terbarukan baru 11,6 persen, jauh di bawah target 20 persen pada 2025. 

Cadangan LNG diperkirakan hanya cukup untuk 11 hari, sementara batubara untuk 30 hari jika impor terganggu.

Kondisi ini diperparah oleh meningkatnya aktivitas militer Tiongkok di sekitar Selat Taiwan, yang menimbulkan risiko blokade dan memperbesar ancaman terhadap ketahanan energi pulau tersebut.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

KPK Benaran Sakit Jiwa, Gedung Merah Putih Mending untuk Merawat ODGJ

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Harga Minyak Dunia Menetap di Level 84 Dolar AS

Jumat, 17 Juli 2026 | 10:17

Kejaksaan Agung Casablanca Bebaskan A.M. demi Jaga Objektivitas Proses Hukum

Jumat, 17 Juli 2026 | 10:16

Usulan Nasdem Naikkan Ambang Batas Diduga untuk Jegal PSI

Jumat, 17 Juli 2026 | 10:14

Komisi XII DPR: Kelangkaan BBM di Sumut Bukan Persoalan Biasa

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:58

IHSG Balik Arah ke Zona Merah, Dolar AS Melemah ke Rp17.943

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:45

Pertarungan Bisnis Adidas-Nike dan Pundi Pundi FIFA di Piala Dunia 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:44

Pulau Baai Butuh Solusi Permanen, Bukan Pengerukan Berulang

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:39

Emas Antam Anjlok Rp27.000, Satu Gram Jadi Rp2,6 Juta

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:31

Bobby Adhityo Dicecar KPK soal Pengaturan Temuan Audit BPK

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:26

Terungkap, 307 Ribu QR Code BBM Subsidi Bermasalah Diblokir

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:17

Selengkapnya