Berita

Ilustrasi (Foto: Artificial Intelegence)

Bisnis

Orang Terkaya Asia di Balik Lonjakan Impor Minyak India dari Rusia

SABTU, 23 AGUSTUS 2025 | 14:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

India tampaknya tidak terpengaruh oleh tarif tambahan 25 persen yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump untuk impor minyak dari Rusia. Faktanya, impor minyak India dari Rusia justru terus melonjak, memicu kemarahan Trump.

Dikutip dari Al-Jazeera, Sabtu 23 Agustus 2025, Reliance Industries Limited (RIL), milik orang terkaya Asia, Mukesh Ambani, menjadi importir minyak mentah Rusia terbesar di India. 

Menurut data Centre for Research on Energy and Clean Air (CREA), pada 2021 minyak Rusia hanya 3 persen dari total impor RIL. Namun, sejak perang Ukraina, angka itu naik drastis hingga rata-rata 50 persen pada 2025. 


Dalam tujuh bulan pertama tahun ini, RIL sudah mengimpor 18,3 juta ton minyak Rusia senilai 8,7 miliar Dolar AS, naik 64 persen dibanding tahun lalu.

Selain RIL, Nayara Energy - yang sebagian besar dimiliki perusahaan Rusia termasuk Rosneft - juga menjadi importir besar, mengambil 66 persen pasokan minyaknya dari Rusia pada 2025.

Analis CREA, Vaibhav Raghunandan, mengatakan lonjakan ini dipicu kebijakan pembatasan harga minyak Rusia sejak Februari 2023. 

“Tujuan awalnya membatasi pendapatan Rusia sekaligus menjaga pasokan global,” ujarnya kepada Al Jazeera. Namun, India justru memanfaatkan harga murah untuk memperbesar impor.

Menariknya, meski AS memberlakukan tarif tinggi, produk olahan minyak dari kilang RIL di Jamnagar tetap diekspor ke banyak negara, termasuk negara-negara Barat yang memberi sanksi pada Rusia.

Sejak Februari 2023, kilang ini sudah mengekspor produk senilai 85,9 miliar dolar AS, dengan 42 persen di antaranya menuju negara-negara yang menjatuhkan sanksi terhadap Moskow.

Menurut Ajay Srivastava dari Global Trade Research Initiative, kebijakan Trump hanyalah “tipuan politik.” Ia menilai AS tidak berani menekan Tiongkok, importir minyak Rusia terbesar, dan India hanya menjadi sasaran untuk kepentingan dagang.

Jika Uni Eropa benar-benar menerapkan larangan impor produk olahan minyak Rusia pada Januari mendatang, dampaknya akan signifikan bagi strategi ekspor RIL. Namun, kontrak jangka panjang Reliance dengan Rosneft bisa membuat situasi makin rumit.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya