Berita

Thaksin Shinawatra (Foto: Al-Jazeera TV)

Dunia

Thaksin Shinawatra Bebas dari Tuduhan Hina Raja Thailand

SABTU, 23 AGUSTUS 2025 | 07:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pengadilan Thailand membebaskan mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra dari tuduhan pencemaran nama baik kerajaan dalam sidang yang berlangsung Jumat 22 Agustus 2025.

Thaksin, 76 tahun, awalnya terancam hukuman 15 tahun penjara karena dianggap mengkritik Raja Maha Vajiralongkorn dan keluarganya. Namun, pengadilan menilai bukti tidak cukup kuat.

"Pengadilan menolak tuduhan terhadap Thaksin," kata pengacaranya, Winyat Chatmontree, dikutip dari AFP.


Thaksin terlihat tersenyum saat keluar dari pengadilan dan hanya mengatakan kasusnya telah “dibatalkan”, tanpa memberikan komentar lebih lanjut.

Di luar gedung pengadilan, sekitar 150 pendukung Thaksin berkumpul. 

"Saya senang dia bebas, tapi saya yakin masih ada pihak yang ingin menjatuhkannya," kata seorang pendukung bernama Kamol Orahanta.

Kasus ini bermula dari pernyataan Thaksin di media Korea Selatan 10 tahun lalu terkait kudeta militer 2014 yang menggulingkan adiknya, Yingluck Shinawatra.

Walau Thaksin lolos dari hukuman, keluarga Shinawatra masih berada dalam posisi sulit. Putrinya, Paetongtarn Shinawatra, yang kini menjabat perdana menteri, diskors sementara dan akan menghadapi putusan pengadilan pekan depan. Jika kalah, ia bisa dicopot dari jabatannya.

Lahir 26 Juli 1949 di Chiang Mai, Thaksin berasal dari keluarga Tionghoa terkemuka. Mantan polisi ini sukses membangun kerajaan bisnis telekomunikasi Shin Corp.

Ia kemudian terpilih menjadi perdana menteri pada 2001 dan dikenal dengan kebijakan pro-rakyat, termasuk bantuan tunai dan keringanan utang.

Namun, kebijakan “perang melawan narkoba” yang memicu 2.800 pembunuhan di luar hukum menuai kritik keras.

Thaksin kembali terpilih pada 2005, tapi dilanda tuduhan korupsi, terutama terkait penjualan saham Shin Corp bebas pajak.

Ia kemudian dilengserkan kudeta militer 2006 dan mengasingkan diri selama 15 tahun, namun tetap berpengaruh di politik Thailand melalui media sosial dengan nama samaran “Tony Woodsome.”

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

UPDATE

Persib Naik Peringkat Usai Tahan Imbang Dewa United

Senin, 12 Oktober 2026 | 02:20

Menata Kembali Pendidikan Kita

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:58

Koperasi di Bima Sukses Produksi Garam Merah Putih

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:35

Golkar Perkenalkan Sistem Dapil Nasional, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:15

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Paradoks Kebijakan Pertahanan Negara

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:48

Baintelkam Polri Alami Perombakan di Era Suyudi

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:20

Taruna Merah Putih Gelar Taman Talks Kupas Masa Depan Kerja di Era AI

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:45

Polemik Revitalisasi Taman Coatesville, Warga Protes Bangunan 480 Meter Persegi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:33

Pangandaran Run 2026 Rajut Kebersamaan TNI dan Rakyat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:18

Manggala Agni Turun Tangan Padamkan Karhutla yang Mendekati Permukiman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:07

Selengkapnya