Berita

Produk aksesoris Joglo Ayu Tenan (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

UMKM Joglo Ayu Tenan Sukses Tembus Pasar Global

JUMAT, 22 AGUSTUS 2025 | 09:45 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Berawal dari sebuah ruang kreatif di Sleman, Yogyakarta, UMKM Joglo Ayu Tenan kini menjelma menjadi brand yang mampu menembus pasar ekspor hingga Singapura dan Jepang. 

UMKM yang bergerak di bidang fesyen, aksesoris perhiasan, seni olah kain yang ramah lingkungan ini memberdayakan ibu-ibu setempat, artisan atau perajin, hingga komunitas difabel.  

Founder Joglo Ayu Tenan, Yayuk Soekardan, menuturkan perjalanannya tidak mudah. Sebagai penyintas autoimun Guillain-Barre Syndrome yang juga difabel, Yayuk membangun usahanya sebagai salah satu bentuk terapi.


"Jadi tangan dan kaki saya itu tidak berasa sekarang, seperti kebas gitu. Makanya harus dilatih lagi sensorik dan motoriknya dengan tali temali," ungkap Yayuk saat ditemui Yogyakarta.

Untuk itu, dia memutuskan untuk membuka usaha tersebut yang juga menjadi wadah belajar kerajinan tangan, hingga ladang pekerjaan bagi warga setempat. 

“Dalam perjalanannya, kami memberdayakan juga teman-teman dari ibu-ibu di pedesaan. Lalu artisan, kami berkolaborasi dengan artisan dan kami menjadi agregator juga beberapa small, medium enterprise. Untuk fashion accessories dan juga disabilitas,” ungkap Yayuk 

Menurutnya, Joglo Ayu Tenan bukan hanya sekadar tempat produksi, tetapi juga ruang kreasi yang terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar. 

“Jadi bisa merasakan untuk membuat perhiasan dan fashion accessories. Seperti gelang, melukis, membatik, eco print itu bisa dilakukan di sini by appointment, melalui kanal Instagram atau Whatsapp bisnis kami,” jelasnya.

Transformasi usaha ini tak lepas dari dukungan Bank Indonesia (BI) melalui program Industri Kreatif Syariah Indonesia (Ikra) dan Karya Kreatif Indonesia (KKI). Sejak menjadi mitra binaan BI tahun 2019, Yayuk dan timnya mendapat fasilitas pelatihan, business matching, hingga digitalisasi produk dalam katalog nasional.

“Alhamdulillah mulai dari 2019 langsung masuk pandemi 2020. Kami belajar secara online melalui Ikra waktu itu. Seluruh desainer dikumpulkan untuk bersama-sama belajar. Dari situ lahirlah koleksi Gudeg Jogja yang kami rancang di masa pandemi, dengan sentuhan cerita budaya lokal,” ujar Yayuk.

Kalung tersebut berbentuk seperti satu porsi gudeg Jogja, yang berisi telur, krecek hingga tahu.

Keunikan storytelling dalam setiap karya ini sendiri juga membuat produk Joglo Ayu Tenan diminati pasar global. Koleksi aksesoris yang lahir saat pandemi bahkan berhasil dipamerkan di Singapore International Jewelry Expo dan membuka jalur ekspor ke Negeri Singa.

Tak berhenti di situ, Joglo Ayu Tenan juga sukses menembus pasar Jepang melalui pameran di Osaka. 

“Kami menemukan, ternyata ada kesamaan kultur dengan Asia, sama-sama Asia. Mereka senang dengan sesuatu yang ramah lingkungan, applicable untuk wanita-wanita dan keluarga di Jepang,” tutur Yayuk.

Joglo Ayu Tenan memiliki target pasar kelas menengah, sehingga harga produk yang ditawarkan bervariasi mulai dari Rp50 ribu hingga Rp2 jutaan.

"Market kami kelas menengah. Jadi kenapa menengah? Karena supaya kami bisa memberikan pembagian yang bagus untuk teman-teman yang berkolaborasi di dalam kita itu kan ada artisan, ada ibu-ibu penduduk sana. Jadi supaya kita bisa membayar adil kepada mereka," tuturnya.

Kini, UMKM berbasis budaya ini bukan hanya membawa nama Yogyakarta, tetapi juga menjadi contoh bagaimana pemberdayaan ibu-ibu pedesaan dan komunitas difabel bisa menghasilkan karya bernilai global.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya