Berita

Ilustrasi (Foto: SCMP)

Bisnis

Pendapatan Xiaomi Kuartal II Tembus Rp12,5 Triliun

KAMIS, 21 AGUSTUS 2025 | 11:32 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Xiaomi mencatat pencapaian luar biasa pada kuartal kedua 2025 dengan pendapatan mencapai rekor tertinggi 116 miliar Yen (sekitar Rp12,58 triliun), naik 30,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Bisnis ponsel pintar masih menjadi penyumbang terbesar pendapatan, disusul produk kebutuhan sehari-hari dan gaya hidup. Segmen gabungan kendaraan listrik pintar (Smart EV), kecerdasan buatan (AI), dan inisiatif baru lainnya juga menunjukkan pertumbuhan pesat.

Ini merupakan kuartal kelima berturut-turut Xiaomi mencatat pertumbuhan lebih dari 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus menjadi kuartal ketiga berturut-turut dengan pendapatan di atas 100 miliar yen. Dari total pendapatan tersebut, laba bersih yang disesuaikan mencapai 10,8 miliar yen atau naik 75,4 persen dibanding tahun lalu.


Di bisnis ponsel pintar, Xiaomi menempati posisi ketiga secara global dengan pengiriman 42,4 juta unit pada kuartal kedua, hanya sedikit di bawah Apple yang mengirimkan 44,8 juta unit. Berdasarkan wilayah, Xiaomi menjadi pemimpin pasar di Asia Tenggara, berada di posisi kedua di Eropa, Timur Tengah, dan Amerika Latin, peringkat ketiga di Afrika, serta peringkat keempat di China.

Dikutip dari GSM Arena, Kamis 21 Agustus 2025, pendapatan Xiaomi dari ponsel pintar pada kuartal ini mencapai 45,5 miliar Yen, turun 2,1 persen dibanding tahun lalu, sejalan dengan penurunan harga jual rata-rata sebesar 2,7 persen. Meski demikian, penjualan ponsel premium di China Daratan meningkat pesat dan kini menyumbang 27,6 persen dari total penjualan, naik 5,5 poin persentase.

Produk lain juga mengalami pertumbuhan signifikan. Penjualan tablet Xiaomi meningkat 42,3 persen secara tahunan dengan pengiriman 3,1 juta unit, menempatkannya di peringkat kelima global dan ketiga di China. Untuk perangkat wearable, Xiaomi memimpin pasar global smart band dan TWS buds, serta meluncurkan produk baru seperti Xiaomi Smart Glasses.

Di pasar kendaraan listrik, Xiaomi berhasil mengirimkan 81.302 unit pada kuartal kedua dan pada Juli saja berhasil menjual lebih dari 30.000 unit. Dalam lima kuartal sejak peluncuran, total pengiriman EV Xiaomi telah menembus 300.000 unit. 

Saat ini, Xiaomi memiliki 335 toko khusus EV di 92 kota di China Daratan, ditambah lebih dari 17.000 toko produk umum di seluruh China dan sekitar 200 toko ritel di luar negeri.

Produk rumah tangga juga menunjukkan tren positif. Penjualan AC tumbuh lebih dari 60 persen dengan pengiriman 5,4 juta unit, mesin cuci tumbuh 45 persen dengan 600.000 unit, dan kulkas naik 25 persen dengan 790.000 unit terjual.

Xiaomi juga terus berinvestasi besar dalam riset dan pengembangan (R&D). Belanja litbang meningkat 41,2 persen pada kuartal kedua dan diperkirakan mencapai sekitar 30 miliar yen sepanjang 2025. Fokus investasi ini mencakup pengembangan chipset baru Xring O1, teknologi kendaraan listrik, kecerdasan buatan, dan inovasi lainnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya