Berita

Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada 2023 (Foto: Associated Press)

Dunia

Macron Bantah Tuduhan Netanyahu soal Lonjakan Antisemit di Prancis

KAMIS, 21 AGUSTUS 2025 | 09:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengecam pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menuding pengakuan Prancis terhadap negara Palestina memicu lonjakan antisemitisme di negaranya.

Dalam pernyataan resminya, kantor presiden Prancis menegaskan klaim Netanyahu salah dan tidak bisa diterima.

"Analisis yang menyebut keputusan Prancis untuk mengakui negara Palestina pada September sebagai penyebab meningkatnya kekerasan antisemit di Prancis adalah keliru, keji, dan tidak akan dibiarkan," demikian pernyataan tersebut, dikutip The Guardian, Kamis 21 Agustus 2025.


Pihak Macron juga menekankan, situasi saat ini memerlukan keseriusan dan tanggung jawab, bukan tudingan dan manipulasi.

Ketegangan antara Macron dan Netanyahu sudah memanas sejak Juli, ketika Macron mengumumkan rencana Prancis menjadi negara Barat besar pertama yang mengakui negara Palestina pada sidang umum PBB bulan depan. Macron berharap langkah itu bisa membantu membawa perdamaian.

Namun Netanyahu menolak keras. Ia menuding pengakuan itu justru memberi hadiah bagi terorisme dan bisa menjadikan Palestina "landasan untuk menghancurkan Israel, bukan hidup berdampingan secara damai."

Awal pekan ini, Netanyahu juga mengirim surat kepada Macron. Isinya menuding Prancis tidak cukup serius menghadapi meningkatnya antisemitisme.

"Seruan Anda untuk negara Palestina justru menambah api antisemitisme ini," tulis Netanyahu.

Surat serupa dikirim Netanyahu kepada Perdana Menteri Australia Anthony Albanese.

Sementara itu, keputusan Prancis memicu sinyal dukungan serupa dari Inggris, Kanada, dan Australia.

Tak lama setelah perdebatan dengan Netanyahu, Macron mengumumkan rencananya menjadi ketua bersama konferensi solusi dua negara dengan Arab Saudi di New York pada September.

Dalam kesempatan itu, Macron juga mengkritik rencana Israel melakukan serangan militer di Gaza, yang menurutnya hanya akan memperburuk konflik dan berpotensi menyeret kawasan ke dalam siklus perang tanpa akhir.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya