Berita

Buah Plum (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Panen Plum Inggris 2025 Naik Dua Kali Lipat

SABTU, 16 AGUSTUS 2025 | 13:25 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Produksi buah plum di Inggris mulai pulih setelah mengalami penurunan selama lebih dari 35 tahun. Panen musim panas 2025 bahkan diperkirakan menjadi yang terbesar dalam tiga tahun terakhir, dengan jumlah dua kali lipat dibandingkan tahun lalu.

Menurut ritel Tesco, kenaikan ini berkat metode budidaya yang lebih modern dan penggunaan varietas unggul. Industri plum Inggris sendiri sudah ada sejak masa Raja Henry VIII, ketika kebun plum pertama ditanam di Kent.

Salah satu produsen terbesar, WB Chambers di Maidstone, melaporkan produksi naik dari 150 ton pada 2024 menjadi 300 ton pada tahun ini. Peningkatan ini dipicu oleh cuaca yang mendukung dan varietas baru.


“Kami mendapat laporan dari semua petani bahwa ini adalah panen terbaik dalam tiga tahun terakhir. Plum Inggris yang masuk ke toko-toko saat ini sangat berkualitas -- montok, manis, dan berair,” kata Simon Reeves, manajer pembelian buah di Tesco, dikutip dari Fresh Plaza, Sabtu, 16 Agustus 2025.

Data Kementerian Lingkungan, Pangan, dan Urusan Pedesaan (DEFRA) menunjukkan puncak produksi terjadi pada 1987 dengan 28.900 ton. Setelah itu, produksinya merosot tajam, sebagian karena hasil dan keuntungan plum lebih rendah dibandingkan buah lain seperti beri, ceri, atau apel. Banyak petani pun beralih ke tanaman lain.

Pada 2008, produksinya tinggal 2.500 ton. Antara 1985 dan 2017, luas kebun menyusut dari 2.400 hektar menjadi hanya 800 hektar.

Menurut James Miller, Direktur Komersial WB Chambers, Inggris dulunya dikenal sebagai salah satu penghasil plum terbaik di Eropa, terutama varietas klasik Victoria. Namun, masuknya plum impor yang lebih murah membuat budidaya plum di dalam negeri meredup.

Kini, produsen mulai berinvestasi pada bibit unggul dan teknologi modern, seperti sistem irigasi otomatis dan pemantauan kelembapan tanah. Varietas baru ini dinilai lebih tahan lama, mengurangi risiko pemborosan, serta lebih cocok dengan iklim Inggris, sehingga bisa memperpanjang musim panen.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya