Berita

Ilustrasi (Foto: Artificial Intelegence)

Bisnis

Harga Emas Menuju Pelemahan Mingguan

SABTU, 16 AGUSTUS 2025 | 08:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas stabil di pasar spot New York, menjelang akhir pekan. 

Harga emas spot tercatat nyaris tidak berubah di level 3.336,66 Dolar AS per ons, Jumat 15 Agustus 2025 waktu setempat.  

Sementara kontrak berjangka emas AS ditutup hampir flat di 3.382,6 Dolar AS.


Dolar AS melemah, membuat komoditas yang diperdagangkan dalam dolar lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lain. Namun, data pada Kamis menunjukkan indeks harga produsen AS naik dengan laju tercepat dalam tiga tahun pada Juli. Hal itu menekan harga emas, dengan penurunan 0,6% pada penutupan sebelumnya.

Dolar AS gagal mendapatkan momentum setelah laporan Penjualan Ritel yang solid pada bulan Juli, yang juga mengalami revisi naik dari angka bulan Juni. 

Data menunjukkan bahwa Sentimen Konsumen telah memburuk karena ekspektasi inflasi meningkat, sementara Produksi Industri di AS menurun pada Juli. Harga emas batangan melanjutkan penguatannya karena Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kinerja dolar terhadap enam mata uang, melemah 0,4 persen ke level 97,83. 

Saat ini pelaku pasar memperkirakan peluang penurunan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada September berada di 89,1 persen, turun dari sekitar 95 persen sebelum rilis data tersebut.

Harga logam lainnya juga anjlok. 

Perak spot turun 0,1 persen menjadi 37,96 Dolar AS per ons dan melemah 1 persen sepanjang pekan. 

Platinum turun 1,5 persen ke 1.336,80 Dolar AS. Sedangkan paladium merosot 2,6 persen menjadi 1.116,52 Dolar AS.

Pekan depan, agenda ekonomi AS akan menampilkan data PMI Flash, rilis risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) terbaru, dan pidato Ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell di Jackson Hole.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya