Berita

Anggota Komisi III DPR Fraksi PKB Abdullah. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

DPR Minta KPK Sikat Koruptor Kuota Haji Tanpa Pandang Bulu

KAMIS, 14 AGUSTUS 2025 | 22:22 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi III DPR mengingatkan KPK untuk tidak gentar menjerat pihak-pihak yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah haji pada Kementerian Agama (Kemenag) tahun 2023-2024.

Anggota Komisi III DPR Abdullah meminta KPK tidak mundur bila ada nama besar yang diduga kuat terlibat praktik rasuah penyelenggaraan ibadah haji tersebut. 

Termasuk, nama Fuad Hasan Mansyur selaku pemilik travel haji dan umroh Maktour Group yang diketahui merupakan mertua dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo.


"Artinya mulai dari yang punya nama besar sampai kecil, jika terbukti terlibat korupsi kuota haji ini, sikat tanpa pandang bulu. Ingat yang membeking KPK adalah seluruh rakyat Indonesia," tegas Abdullah kepada wartawan di Jakarta, Kamis, 14 Agustus 2025.

Legislator dari Fraksi PKB itu menekankan jika keseriusan Komisi Antirasuah dalam menuntaskan kasus dugaan korupsi haji menjadi harapan besar rakyat, khususnya jemaah haji. 

Abdullah bahkan menyebut perbaikan sistem hingga tata kelola pelaksanaan penyelenggaran haji saat ini berada di tangan KPK.

"Harapan rakyat khususnya jemaah haji agar ada perbaikan sistem kini bolanya ada di KPK melalui tindak tegas semua yang terlibat korupsi kuota haji," jelasnya.

Abdullah menegaskan Komisi III DPR Fraksi PKB mendukung penuh KPK untuk segera menyeret pihak-pihak yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi haji. Apalagi, kerugian negara atas kasus ini ditaksir mencapai Rp1 triliun.

"KPK tidak boleh ragu, takut dan tebang pilih dalam mengusut kasus korupsi kuota haji ini. Komisi III, khususnya Fraksi PKB mendukung KPK untuk mengusut tuntas kasus korupsi kuota haji ini, mengingat kerugian materi yang jumlahnya sangat besar, yakni hampir Rp1 triliun," tegasnya lagi.

Di samping dari itu, Abdullah menilai penuntasan kasus korupsi haji menjadi momentum negara memperbaiki sistem penyelenggaraan haji ke depannya. Dengan begitu, kata dia, penyelenggaraan haji tidak lagi merugikan masyarakat.

"Pengusutan tuntas kasus korupsi kuota haji ini memiliki peran strategis, yaitu untuk memperbaiki sistem haji kedepannya. Agar tidak ada cerita lagi jemaah haji yang dirugikan, karena sistem pengelolaan yang berantakan mulai dari hulu sampai hilirnya," ujarnya.

Dalam penanganan kasus ini, teranyar KPK menggeledah sejumlah lokasi yang diduga 'menyimpan' barang bukti dari kasus tersebut. Salah satu lokasi yang digeledah ialah kantor travel haji dan umroh Maktour Group.

Atas dasar itu, Abdullah mendorong KPK segera memeriksa Fuad Hasan Mansyur. Dia meyakini KPK bekerja secara profesional dalam menuntaskan kasus dugaan korupsi haji tersebut.

"Kan kemarin sudah di periksa, kalau harus diperiksa kembali kita sebagai Komisi III percaya kepada KPK untuk proses hukumnya seperti apa," pungkasnya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Misteri Listrik Kejagung Padam di Tengah Pemeriksaan Febrie Adriansyah, Mobil Tahanan Bersiaga

Jumat, 24 Juli 2026 | 22:06

Prabowo Perlu Tiru Trik Cerdas Mahathir Hadapi Krisis

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:52

Indonesia Putar Haluan dari AS dan Bidik Pasar Ekspor Baru

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:38

Mentan Ngamuk, Minta Polisi Sikat Tujuh Perusahaan Culas Penolak Tebu Petani

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:29

100 Tahun Rarud Batur: Ketika Lava Tak Mampu Menghapus Peradaban

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:19

DPR Desak Operator Seluler Patuhi Putusan MK soal Kuota Internet Hangus

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:16

KUII VIII Jadi Momentum Bersejarah, Wantim MUI Ajak Umat Perkuat Peran Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:13

Pemprov DKI Gelontorkan Rp249 Miliar untuk Rehabilitasi Empat Sekolah Rusak

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:01

PIKI Gelar Seminar Nasional di Tentena, Dorong Reformulasi Tata Kelola Dana Bagi Hasil Pertambangan

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:52

PPP Banten Bergejolak, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:51

Selengkapnya