Berita

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi dalam konferensi pers usai memantau gladi kotor kedua Paskibraka Nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2025/Net

Politik

Istana Belum Terima Laporan Korban Meninggal di Demo Pati

RABU, 13 AGUSTUS 2025 | 23:19 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah pusat memastikan belum menerima laporan adanya korban jiwa dalam demonstrasi besar di Kantor Bupati Pati, Jawa Tengah, pada Rabu, 13 Agustus 2025.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial soal adanya korban meninggal masih perlu diverifikasi.

"Kalau berkenaan dengan informasi ada yang meninggal mungkin perlu kita klarifikasi kembali, kita pastikan supaya tidak terjadi simpang siur. Nah kami juga terus meminta laporan kepada pihak-pihak terkait mengenai kebenaran informasinya," ujar Prasetyo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu sore.


Ia menambahkan, berdasarkan laporan yang diterima hingga saat ini, belum ditemukan data adanya korban meninggal dunia.

"Dan yang kami dapatkan informasinya beberapa waktu yang lalu, belum ditemukan atau tidak ada yang diinformasikan untuk dikabarkan meninggal dunia," tegasnya.

Polda Jawa Tengah sebelumnya juga membantah adanya korban jiwa dalam aksi yang menuntut Bupati Sadewo mundur tersebut. 

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto, menyebut hasil penelusuran hingga sore hari nihil.

"Kami sudah mengonfirmasi informasi ada masyarakat yang meninggal akibat aksi unjuk rasa ini, dan sampai saat ini sore ini hasil penelusuran nihil adanya tidak ada korban jiwa akibat aksi anarkis tersebut," kata Artanto dalam keterangan tertulis.

Meski demikian, tercatat ada 34 korban luka-luka dari kedua belah pihak, tujuh di antaranya anggota Polri.

Luka yang dialami bervariasi, mulai dari lebam, luka robek, hingga bocor pada bagian kepala, serta sesak napas dan iritasi mata akibat gas air mata. 

Sebagian korban masih dirawat di rumah sakit, sementara sebagian lainnya telah diperbolehkan pulang.

Kericuhan pecah setelah massa merobohkan gerbang, memecahkan kaca, dan membakar mobil polisi. 

Aparat kepolisian merespons dengan menembakkan gas air mata, mengerahkan water cannon, dan kendaraan taktis untuk membubarkan massa yang mencoba menerobos masuk ke kantor bupati.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

UPDATE

Persib Naik Peringkat Usai Tahan Imbang Dewa United

Senin, 12 Oktober 2026 | 02:20

Menata Kembali Pendidikan Kita

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:58

Koperasi di Bima Sukses Produksi Garam Merah Putih

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:35

Golkar Perkenalkan Sistem Dapil Nasional, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:15

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Paradoks Kebijakan Pertahanan Negara

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:48

Baintelkam Polri Alami Perombakan di Era Suyudi

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:20

Taruna Merah Putih Gelar Taman Talks Kupas Masa Depan Kerja di Era AI

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:45

Polemik Revitalisasi Taman Coatesville, Warga Protes Bangunan 480 Meter Persegi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:33

Pangandaran Run 2026 Rajut Kebersamaan TNI dan Rakyat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:18

Manggala Agni Turun Tangan Padamkan Karhutla yang Mendekati Permukiman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:07

Selengkapnya