Berita

Miguel Uribe/Net

Dunia

Capres Kolombia Miguel Uribe Meninggal Dua Bulan Setelah Ditembak

SELASA, 12 AGUSTUS 2025 | 10:33 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Senator Kolombia sekaligus calon presiden Miguel Uribe meninggal dunia pada Senin dini hari waktu setempat, 11 Agustus 2025, dua bulan setelah mengalami luka tembak di kepala saat berkampanye. 

Uribe, yang berasal dari kubu oposisi sayap kanan, wafat pada usia 39 tahun.

Serangan yang menewaskannya terjadi pada 7 Juni di Bogota, ketika Uribe tengah berpidato dalam sebuah rapat umum. Penembakan itu mengguncang Kolombia dan memicu kecaman luas di dalam maupun luar negeri.


Istrinya, Maria Claudia Tarazona, mengumumkan kabar duka itu melalui media sosial. 

"Aku memohon kepada Tuhan untuk menunjukkan jalan kepadaku agar dapat belajar hidup tanpamu. Beristirahatlah dalam damai, cinta dalam hidupku, aku akan merawat anak-anak kita,” tulisnya, seperti dimuat AFP.

Rumah Sakit Santa Fe Foundation di Bogota, tempat Uribe dirawat intensif, menyampaikan bahwa kondisinya memburuk akibat pendarahan di sistem saraf pusat. 

Selama masa perawatan, para pendukungnya rutin menggelar doa bersama di luar rumah sakit.

Mantan Presiden Kolombia Alvaro Uribe, yang tidak memiliki hubungan keluarga dengan Miguel Uribe, mengungkapkan belasungkawa mendalam. 

"Kejahatan menghancurkan segalanya; mereka membunuh harapan. Semoga perjuangan Miguel menjadi cahaya yang menerangi jalan yang benar bagi Kolombia,” ujarnya di platform X.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga menyampaikan rasa dukanya. 

"Amerika Serikat menyatakan solidaritasnya kepada keluarganya, rakyat Kolombia, baik dalam duka maupun menuntut keadilan bagi mereka yang bertanggung jawab,” tulisnya.

Hingga kini, enam orang telah ditangkap terkait penembakan tersebut, termasuk seorang remaja berusia 15 tahun yang dituduh sebagai pelaku penembakan.

Dalam video penangkapannya, remaja itu mengaku disewa oleh seorang pengedar narkoba lokal. 

Polisi masih memburu dalang di balik serangan tersebut, dengan imbalan informasi hingga 3 miliar peso. AS, Inggris, dan Uni Emirat Arab turut membantu penyelidikan.

Kematian Miguel Uribe menambah catatan tragis dalam sejarah keluarganya. Ibunya, jurnalis Diana Turbay, tewas pada 1991 dalam operasi penyelamatan yang gagal setelah diculik Kartel Medellin pimpinan Pablo Escobar.

Uribe dikenal sebagai politisi muda yang kritis terhadap Presiden Gustavo Petro. Ia memulai karier politiknya pada usia 25 tahun sebagai anggota dewan kota Bogota, lalu memimpin daftar Senat partai Pusat Demokratik pada pemilu legislatif 2022 dengan slogan “Kolombia Pertama”.

Dibesarkan dalam keluarga politik ternama, kakek dari pihak ibunya, Julio Cesar Turbay, pernah menjadi presiden Kolombia (1978-1982), sedangkan kakek dari pihak ayahnya, Rodrigo Uribe Echavarria, merupakan tokoh Partai Liberal.

Uribe meninggalkan seorang istri, seorang putra, seorang putri tiri, ayah, dan seorang saudara perempuan.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

PKB Merawat NU Tanpa Campuri Urusan Internal

Kamis, 05 Februari 2026 | 18:01

Polisi: 21 Karung Cacahan Uang di TPS Liar Terbitan BI

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:56

Seskab: RI Belum Bayar Iuran Board of Peace, Sifatnya Tidak Wajib

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:51

Ekonomi Jakarta Tumbuh Positif Sejalan Capaian Nasional

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:46

Amdatara Gelar Rakernas Perkuat Industri Air Minum Berkelanjutan

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:30

Mahfud Sebut Sejarah Polri Dipisah dari Kementerian Hankam karena Dikooptasi

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:14

AHY Optimistis Ekonomi Indonesia Naik Kelas

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:13

Gaya Komunikasi Yons Ebit Bisa Rusak Reputasi DPN Tani Merdeka

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:08

Juda Agung Ngaku Mundur dari BI karena Ditunjuk Prabowo Jadi Wamenkeu

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:05

Tragedi Anak di Ngada Bukti Kesenjangan Sosial Masih Lebar

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:04

Selengkapnya