Berita

Ilustrasi/net

Bisnis

Penggunaan QRIS Berhasil Dongkrak Ekonomi Jakarta

SENIN, 11 AGUSTUS 2025 | 21:01 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Berkembangnya digitalisasi sistem pembayaran berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi kota Jakarta.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Yosamartha mengatakan, velositas pembayaran non-tunai di Jakarta telah mencapai angka 1,25, menunjukkan semakin masifnya penggunaan kanal digital seperti QRIS, e-money, dan mobile banking oleh masyarakat.

“Ini berkorelasi dengan kinerja konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,17 persen, di mana sebagian besar pembayarannya dilakukan secara digital,” ujarnya, Senin, 11 Agustus 2025.


Adapun transaksi e-commerce juga menunjukkan pertumbuhan positif di 2025, didorong oleh konsumsi rumah tangga yang kuat. Tidak hanya di sektor swasta, digitalisasi juga dimanfaatkan secara optimal oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Berdasarkan data semester I 2025, Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) DKI mencapai 99,8 persen, tertinggi di kawasan Jawa.

“Kontribusi QRIS terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) bahkan mencapai 3,41 persen. Dari sisi metode pembayaran, 51 persen transaksi Pemprov sudah digital, 12 persen semi-digital, dan 34 persen non-tunai,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, peran Jakarta di skala nasional juga terlihat signifikan. Hingga Juni 2025, volume transaksi digital di Jakarta mencapai Rp2,3 miliar atau 43 persen dari total nasional, meski pengguna hanya 11 persen dari total nasional dan merchant 16,5 persen.

Berbagai inisiatif menjadi motor pendorong digitalisasi, termasuk uji coba inovasi di DKI seperti QRIS Antar Negara dan QRIS Tap untuk transportasi, layanan kesehatan, ritel, hingga perparkiran. Salah satu pilot project QRIS Tap sudah diuji di pembayaran parkir Lippo Mall Nusantara (eks Plaza Semanggi).

Ia menambahkan, kolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta pun terus diperluas, termasuk lomba digitalisasi pasar yang dicanangkan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Program ini diharapkan mendorong pelaku pasar tradisional memanfaatkan kanal pembayaran digital, sejalan dengan visi menjadikan Jakarta sebagai barometer penerapan digitalisasi di Indonesia.

“Banyak inisiatif dimulai dari Jakarta dan menjadi percontohan bagi daerah lain. Kami ingin memastikan digitalisasi bisa optimal, baik di sektor pemerintah maupun swasta, bersama para pemangku kepentingan,” tandasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

AMMN Cetak Laba Bersih Rp15,9 Triliun hingga September 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:24

Hasto Ingatkan Kader PDIP Tak Boleh Takut Bela Rakyat

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:01

Kapolres Jakbar Obrak-abrik Kampung Boncos, Tiga Orang Dicokok

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:16

Respons Ijazah Gibran, PDIP: Tidak Ada Kebohongan yang Abadi

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:01

Fahira Idris Apresiasi Kepastian Ujian Ulang Siswa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:36

Prajurit Marinir Perbaiki Jembatan di Distrik Aradide

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:11

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:00

Prabowo Didorong Percepat Reformasi Energi Nasional

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:31

Komunitas Pengawas WNA Desak Dirjen Pajak Telaah Dumas PT BCI

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:14

Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Usung Wisata Kebugaran

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:00

Selengkapnya