Berita

Kapolres Padang Lawas AKBP Dodik Yuliyanto (tengah) menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus penyelundupan ganja seberat 44 kilogram/Ist

Presisi

Bapak-Anak di Palas Terciduk Bawa 44 Kg Ganja

SENIN, 11 AGUSTUS 2025 | 06:44 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Bapak dan anak di Padang Lawas (Palas) diamankan Satuan Reserse Narkoba Polres Palas karena membawa ganja seberat 44 kilogram. Barang haram tersebut rencananya dikirim ke Jakarta melalui jasa ekspedisi.

Tiga orang berhasil dibekuk, yakni IP (48), MP (34), dan PA (17) yang masih di bawah umur. Mereka berasal dari Desa Hutabaru Sundol, Kecamatan Sosopan, Kabupaten Palas. Sementara RP, anak kandung IP, melarikan diri saat hendak ditangkap dan kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kapolres Palas AKBP Dodik Yuliyanto mengatakan, IP yang merupakan residivis kasus ganja, menjadi otak pengiriman barang haram ini. Bersama RP, ia membeli ganja dari Kecamatan Panyabungan Timur, Mandailing Natal, untuk dijual kepada pengedar di Jakarta.


“Modus operandi, tersangka IP bersama RP membeli ganja dari Panyabungan Timur, lalu dijual ke pengedar di daerah Jakarta dan sekitarnya,” kata AKBP Dodik didampingi Kasat Narkoba Polres Palas, Parlin Azhar dikutip dari RMOLSumut, Senin 11 Agustus 2025.

MP dan PA bertugas mengemas dan mengirimkan ganja tersebut ke alamat penerima melalui jasa pengiriman J&T. Polisi yang mendapat informasi pengiriman itu langsung bergerak melakukan penyergapan.

Pada Selasa pagi, 5 Agustus 2025, sekitar pukul 10.00 WIB, petugas membuntuti mobil Toyota Avanza BM 1329 BH yang berangkat dari Desa Hutabaru Sundol menuju Sibuhuan. Mobil itu dihentikan di Jembatan Paringgonan Julu.

Hasil penggeledahan mengungkap 14 kotak berbalut plastik hitam di bagasi mobil. Saat dibuka, isinya adalah ganja kering siap edar dengan total berat 44 kilogram.

Kini, ketiga pelaku dan barang bukti diamankan di Polres Palas, sementara RP dan pembeli di Jakarta masih diburu.

IP dan MP dijerat Pasal 114 ayat 2 subs Pasal 111 ayat 2 subs Pasal 132 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana mati, seumur hidup, atau penjara 6-20 tahun.

“Sedangkan PA, yang masih di bawah umur, dijerat pasal yang sama dengan tambahan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak,” pungkas Kapolres.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya